Pribumi dan asing – Surat Roma 11

Yesus Kristus yang kelahiranNya diingat sebentar lagi itu sebenarnya lahir dalam suatu konteks sosial budaya tertentu yakni Israel dalam penjajahan Roma.

Ia terlahir dari garis keturunan Daud, raja besar di Israel, dimana kehadiranNya dinubuatkan sejak sebelumnya dalam kitab nabi-nabi. Ia harus terlahir dari seorang gadis (virgin), terlahir di Betlehem, dari garis keturunan Daud. Masa-masa penderitaan, kematian, dan kebangkitanNya pun dinubuatkan oleh nabi-nabi. Dan semuanya dalam konteks Israel.

Jadi, sangat wajar jika Paulus menggambarkan seluruh pohon keselamatan itu tubuhnya adalah dari konteks Israel itu sendiri yakni dari akar sampai ke carang-carangnya. Anggaplah jika kekristenan adalah suatu wilayah negara maka orang Yahudi ini “pribumi” atau orang lokalnya.

Paulus berulang kali menekankan bahwa sebagai pribumi itu, orang Yahudi mempunyai anugerah yang luar biasa sekali: diberikan Taurat, nabi-nabi, dan janji Mesias. Setelah Mesias itu datang, malah sekarang mereka yang tidak percaya. Namun apakah ketidak percayaan mereka lalu membuat kehadiran Mesias itu tidak berharga lagi? Apakah Yesus yang hadir dalam sejarah Israel itu lalu “dibuang” karena tidak dianggap oleh orang-orang lokal ini?

Justru tidak. Justru Tuhan sendiri yang memotong ranting-ranting lokal dari seluruh pohon keselamatan ini (ingat semua ini metafora) dan malah mencangkok ranting-ranting asing yang sebelumnya tidak ada disitu. Aneh? Tidak. Ini cara Tuhan dengan segala hikmatNya.

Sangat menarik bahwa akhirnya ranting-ranting asing itu juga tidak bisa sombong sebab jika si pemilik pohon itu tega memotong ranting lokal, maka ranting asing itu ya tidak boleh macam-macam, kalau tidak yang dipotong juga.

Untuk apa dilakukan itu? Supaya yang ranting lokal itu cemburu karena ranting asing dicangkok dan malah mendapat seluruh kebahagiaan hidup di pohon besar ini. Paulus berharap dalam kecemburuan ini mereka justru hendak berbalik tidak menolak Tuhan dan akhirnya Tuhan mencangkokkan kembali ranting lokal itu pada pohon keselamatan ini. Sehingga seluruh pohon keselamatan ini punya ranting-ranting yang beragam.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s