Genesis 3 – Dosa Mula-mula sebagai bayang-bayang dosa dunia

1ca37694e387b27fac96be36e4f6dc6bpainting by Lucas Cranach

Kalau tidak ada bagian kejadian 3, maka kita tidak punya jawaban mengapa kejahatan bisa ada di dunia. Namun jika kita baca, sebenarnya dosa paling awal ini terkesan bukan dosa-dosa kejam yang tidak manusiawi yang sering kita kenal. Tidak ada pembunuhan disini, tidak ada perzinahan disini. Yang ada hanya peristiwa memakan buah terlarang. Begitu kan? Sebenarnya tidak. Jika kita gali lebih lanjut, setting pasal ini hendak membuka setiap dosa-dosa keji yang bisa dilakukan manusia.

Untuk memudahkan, kita pilah saja dalam kategori sepuluh hukum Allah yang diberikan pada Musa beberapa generasi setelah Adam.

1. Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu

Dosa Adam dan Hawa itu memang berwujud nyata dengan pemakanan buah terlarang. Namun, seperti yang dibilang berulang kali dalam Alkitab bahwa “Tuhan melihat hati”, jadi kita bisa melihat Adam dan Hawa disini sebenarnya hendak mengganti Allah yang mereka tahu dengan yang lain, yakni diri mereka sendiri. Dari ucapan si ular saja bisa diketahui bahwa tawarannya kepada Hawa adalah kurang lebih “maukah engkau menjadi Allah? Kalau mau, makanlah buah itu”

2. Jangan membuat bagimu patung dan menyembahnya

Bagian ini terkait erat dengan yang pertama sebab intinya mereka mau menjadi sama seperti Allah. Sebenarnya istilah menjadi Allah itu pun dalam kasus ini sangat terkait dengan posisi memberikan makna akan yang baik dan yang jahat. Bukannya manusia tidak diberikan hak untuk tahu hal ini, namun Allah menetapkan bahwa yang baik dan yang jahat definisinya adalah dari Allah sendiri dan bukan dari manusia. Hal ini yang ditentang manusia dengan akhirnya mau menjadi seperti Allah dengan memakan buah terlarang itu.

3. Jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan

Sebenarnya ini terjadi dalam percakapan si ular dan Hawa. Sama-sama menyebut nama Tuhan dalam konteks referensi perintah, namun si ular sama sekali memutar balikkan apa yang diperintah Tuhan, dan Hawa malah menambah-nambah apa yang diperintahkan Tuhan.

4. Ingat dan kuduskanlah hari Sabat

Bagian ini memang bukan porsi yang terjadi pada Adam dan Hawa sebab memang belum ada penentuan hari Sabat. Namun, esensi yang ingin diberikan lewat perayaan Sabat adalah tentang peristirahatan penuh di dalam Tuhan. Adam dan Hawa disini artinya tidak mau beristirahat di dalam Tuhan saja sebab sudah mencurigai Tuhan lewat perintahNya yang akhirnya dilanggar.

5 Hormatilah Ayah dan Ibumu

Ini berlaku secara esensi sebab Adam dan Hawa tidak punya orang tua secara fisik. Namun Alkitab menulis bahwa Adam adalah anak Allah yang artinya mereka mempunyai kesempatan memiliki sosok Tuhan sebagai orang tua mereka secara langsung. Dengan pelanggaran peristiwa memakan buah itu, artinya mereka tidak lagi menghormati perintah Tuhan dan harus menanggung akibat dosa mereka itu

6. Jangan membunuh

Hal ini dilanggar semenjak Adam dan Hawa menyalahkan pihak lain atas dosa mereka sendiri. Membunuh sebenarnya bukan sekedar urusan menghilangkan nyawa, namun kehendak dan pikiran yang merasa dunia lebih baik tanpa si individu ini (maka baiknya dibunuh saja). Maka Adam “membunuh” Hawa dengan mempersalahkan Hawa atas dosanya sendiri, yang artinya menurut Adam lebih baik Hawa tidak ada sekalian pada saat itu juga.

7. Jangan berzinah

Sama halnya dengan membunuh, berzinah dalam hal ini adalah dalam hal pikiran dan tindakan mereka sendiri. Mereka melacurkan diri mereka kepada si ular itu yang menawarkan posisi yang tinggi seperti Allah. Mereka tidak mau lagi berelasi khusus dengan Allah saja dan akhirnya menjual diri mereka kepada si ular.

8. Jangan mencuri

Mereka mengambil sesuatu yang bukan hak mereka, yakni kebolehan mendefinisikan yang baik dan yang jahat. Walau akhirnya toh mereka tidak dapat apa yang mereka “curi” itu, mereka sudah bersalah melakukan tindakan yang tujuannya mau melakukan itu.

9. Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu

Ini cukup jelas saat Adam mempersalahkan Hawa. Adam padahal ada di sebelah Hawa pada saat itu, namun Adam malah mempersalahkan Hawa seakan Hawa tiba-tiba datang dan memberikan buah itu kepadanya.

10. Jangan mengingini apa yang dimiliki sesamamu

Ini terkait dengan keinginan mereka menjadi sama seperti Allah. Padahal Allah sudah menciptakan Adam dan Hawa sesuai gambar dan rupaNya. Jadi sebenarnya mereka mau apa lagi? Kedudukan mereka sudah sangat tinggi namun mereka ingin yang lebih tinggi lagi. Dan disaat mereka memilih untuk mendobrak tatanan itu, maka disitu mereka salah.

Jadi Adam dan Hawa bukan sekedar bersalah memakan buah. Dan kalau kita lihat disekitar kita, maka sebenarnya kita bisa melihat bayang-bayang peristiwa Taman Eden ini terjadi berulang-ulang kali. Ntah siapa ularnya, siapa Adamnya, dan siapa Hawanya.

bersambung

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s