Genesis 50 – Kematian Yakub dan Penguburannya

Setelah Yakub selesai mengucapkan kata-kata terakhir pada anak-anaknya, ia akhirnya kembali berbaring dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Saya tertarik dengan fakta bahwa Yakub mengetahui harinya sudah dekat dan ia habiskan untuk memberikan semacam kalimat-kalimat perpisahan dengan anak-anaknya. Ini yang menurut saya hilang dari kehidupan kita sekarang.

Kita menghadapi kematian seseorang saat ini dengan tagihan rumah sakit yang melimpah, keengganan orang yang terbaring untuk meninggal, kekuatiran masa depan, dll. Jarang sekali kematian seseorang itu dinantikan dengan kesiapan yang mantap seperti apa yang Yakub lakukan ini. Padahal, di jaman Bach, ada kebaktian menantikan kematian dimana sungguh-sungguh orang yang akan meninggal dan juga keluarganya disiapkan secara rohani oleh seorang pendeta. Memang akan sangat terlihat aneh sekali jika kita lakukan itu sekarang dan ternyata orang tersebut tidak meninggal-meninggal. Apapun bentuknya, intinya kita sudah kehilangan momen persiapan-persiapan tersebut karena faktor kesibukan yang menuntut kita demikian.

Setelah Yakub meninggal, kita melihat kekuasaan Yusuf yang memang sangat besar disini. Ia bisa memumifikasi Yakub sebagai bentuk penghormatan dia dengan ala Mesir. Memumikan seseorang adalah kegiatan yang sangat mahal dan tidak sembarang orang akhirnya bisa dijadikan mumi setelah dia meninggal. Dalam keyakinan Mesir, mumi mengawetkan badan seseorang sehingga orang tersebut bisa sewaktu-waktu kembali untuk hidup. Namun kita tahu sampai sekarang tidak ada satupun mumi yang kembali hidup kecuali yang di film-film. Namun yang dilakukan Yusuf saya yakin bukanlah bentuk harapan Yakub bangkit lagi, namun suatu bentuk penghargaan yang tinggi kepada ayahnya.

Setelah itu kita juga bisa melihat bagaimana pentingnya posisi Yakub sampai-sampai rombongan penguburan Yakub dikira rombongan Mesir dikarenakan banyaknya orang Mesir yang juga turut ikut. Ya, untuk saat ini kita melihat sedikit bayangan efek berkat Abraham dimana bangsa-bangsa bukan sekedar mendapatkan berkat namun juga menaruh hormat kepada keturunan Abraham.

Disini ada beberapa hal yang terpikir oleh saya. Apakah kelaparan tersebut sudah selesai? Jika iya, mengapa Yusuf tidak mempersiapkan kembalinya keluarga Israel ke tanah Kanaan? Apakah karena tidak ada perintah dari Tuhan? Atau memang keenakan di Mesir hingga lupa? Apapun itu, disini kita mendapati mereka bisa saja kembali ke Kanaan, namun akhirnya Israel diijinkan tetap tinggal di Mesir supaya ada kejadian besar yang bisa terjadi di kemudian hari lewat peristiwa exodus.

Lalu, sekarang posisi kubur Abraham sudahlah lengkap. Ada Abraham dan Sara, Ishak dan Ribka, Yakub dan Lea. Ketiga patriark sudah meninggal dan menandakan suatu era baru dimana berkat Tuhan ini tidaklah lagi hanya kepada satu orang saja namun kepada satu bangsa.

Disamping itu, sangat menarik bahwa akhirnya Tuhan mengijinkan Yakub berbaring disamping istri pertamanya yakni Lea walaupun sebenarnya bukanlah Lea yang ia kasihi, dan sampai akhir hayatnya pun Yakub tetap mengingat Rahel yang keburu meninggal di tengah jalan sebelum mereka sampai di Kanaan.

bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s