University of Oxford Open Day 2016

Berikut adalah tulisan mengenai pengalaman menjadi “kakak senior” dalam open day di jurusan fisika Oxford. Jadi, saat ini (30 Juni) dan kemarin (29 Juni), dan juga sebenarnya yang akan datang (16 September), Universitas Oxford sedang melakukan open day untuk setiap jurusan dan College yang ada disini.

IMG-20160630-WA0019.jpgTempat college saya yakni Jesus College ikut meramaikan Open Day. Lihat itu irit sekali bannernya tidak diberi tanggal biar tahun depan bisa dipakai lagi.

Anak-anak SMA di Inggris dan di Indonesia sebenarnya pertanyaannya ya mirip-mirip saja dalam urusan mendaftar ke Universitas. Bedanya ya yang satu mendapat kesempatan langsung untuk mendaftar ke Oxford, sedangkan yang satu harus bersusah payah cari tahu apa itu A-level dan ujian A-level jika sekolahnya ternyata hanya memberikan ijasah UAN.

(Apa mungkin lain kali bisa dipikirkan suatu kerja sama edukasi bebas dan jangan hanya pasar bebas saja? Jadi jangan hanya komoditi yang bisa bergerak sini sana dengan bebas, tapi murid-murid juga bisa dengan bebas daftar walau tidak punya A-level tapi dengan berbasis prestasi lain misalnya? Tapi tentunya akan membuat tim admisi menjadi sangat repot sekali, apalagi jika sudah masuk dalam kategori “gengsi” antar kampus.)

Anyway, berikut saya berikan penggalan pengalaman melayani setiap calon murid (dan juga orang tuanya) saat mereka berkunjung ke jurusan fisika Oxford.

IMG-20160630-WA0020.jpgSelamat datang di jurusan fisika Oxford, dimana anda akan melihat alat eksperimen yang mungkin lebih tua dari ayah anda, atua bahkan kakek anda.

Setiap anak S1 tentunya punya kekuatiran yang mirip-mirip. Tapi justru pengalaman menariknya adalah saat menyadari bahwa sistem Oxford sendiri bukanlah sistem yang cukup umum bahkan untuk orang Inggris sendiri. Berikut saya tulis beberapa poin pertanyaan menarik dari adik-adik calon mahasiswa ini.

  1. Baiknya daftar college mana ya kak? Bedanya masuk college A dan B itu apa sih?
    Respons: Untuk masuk fisika, tidak terlalu penting kamu daftar college mana. Kamu bahkan bisa daftar dengan pilihan open untuk college. Tapi mungkin sekali kamu terdampar di college antah berantah yang kecil dan jauh. Tapi ya kalau mau coba keberuntungan dengan mendaftar college besar juga tidak apa-apa. Yang penting kan PAT score, nilai ijazah, dan bagaimana kamu saat interview.Bedanya college untuk anak fisika itu ya paling tutor yang mengajar kamu adalah profesor yang berafiliasi dengan college itu. Artinya, kalau kamu ngebet banget diajar Stephen Blundell sebagai tutor ya carilah dia di college mana dan harap-harap cemas diterima di college itu.
  2. Berapa besar sih workload dari fisika setiap minggunya?
    Respons: biasanya sih yang jadi panitia JCR itu dari jurusan yang sosial seperti sastra, sejarah, dll ya. Jarang ada anak fisika disitu. Paling anak fisika di sport club atau ya mayoritas kurung diri di college dan kerjain PR. Walau tetep aja ada mahasiswa nyentrik yang clubbing setiap hari dan nilainya pas-pasan lulus.
  3. Practical course itu apa sih kak dan berapa banyak teorinya?
    Respons: Ini pelajaran eksperimen, hanya ada 15 kali setiap tahunnya. Tidak terlalu time consuming karena kamu biasanya selesai seluruh tugas dalam satu hari, atau dua hari tergantung eksperimennya.
  4. Ini apa kak? (Saya kebetulan demonstrator di alat ekseripen michelson interferometer dan juga electronic laboratory)
    Respons: Oh ini adalah interferometer bla bla bla (penjelasan).

    Catatan: Menariknya, disini ada beberapa tipe anak yang bisa saya perhatikan. Berikut listnya

    1. Tipe anak yang orang tuanya adalah engineer/scientist
      Biasanya anak ini sangat tertarik sekali mendengarkan penjelasan dan ketahuan bahwa dia sudah kurang lebih mengerti ide-ide dasarnya. Walau kadang ada juga yang anaknya sepertinya super lelah karena akhirnya orang tuanya yang lebih tertarik mendengarkan.Menariknya ada anak yang kedua orangtuanya adalah fisikawan di Argentina (mereka berdua juga ikutan datang), dan anak ini mau mendaftar fisika di Oxford. Ketahuan sekali anak ini sudah fasih dengan ide-ide fisika walau dia tidak ikutan olimpiade atau sejenisnya saat saya tanya.
    2. Tipe anak yang orang tuanya dominan
      Setelah penjelasan akhirnya orang tuanya curhat anaknya sebenarnya bagaimana kalau belajar, apakah ada usulan untuk dia bisa lulus ujian nantinya? Oke, sangat perhatian sekali. Atau kadang malahan akhirnya orang tuanya jadi pamer-pamerin anaknya bisa apa saja dan semua demonstratornya cuma bisa nyengir-nyengir aja.
    3. Tipe anak yang “berpengetahuan”
      Ya saya harus berikan petik daripada¬†terlalu kasar. Tapi rasanya saya sedikti bisa merasakan kalau ada anak yang hanya melempar-lempar istilah tanpa terlalu sinkron dengan topik pembiacaraan. “oh ini elektron difraksi ya, saya pernah lihat nih” Padahal lagi penjelasan Michelson Interferometer.
    4. Tipe anak yang berpengetahuan
      Kali ini yang sungguhan murni mau tahu. Dan ini juga bisa terasa dari pertanyaannya. “Oh ini setup yang mirip dengan LIGO ya?” Yap, betul, LIGO memakai Michelson Interferometer sebagai basic setupnya, tapi mereka punya banyak perkembangan ide yang ada dari eksperimen awalnya.
      IMG-20160630-WA0026.jpg
      Michelson Interferometer untuk demonstrasi laboratorium 
    5. Tipe anak Asia
      Oke, bukan saya rasis, tapi tipikal anak Asia disini adalah yang mereka baru selesai A-level di Inggris karena sengaja dikirim oleh orang tuanya sana. Mereka datang sendiri, mayoritas malu-malu bertanya, tapi sangat perhatian dengan setiap demonstrasi alat yang diberikan. Ada yang tiba-tiba bertanya “dimana eksperimen tentang astrofisika?” — hah? mana ada. Atau “dimana laser?” — itu disitu, tapi kamu tidak bisa buka. “Tahu superkonduktor?” — iya sedikit.
  5. Apa di Oxford itu menyenangkan? Apa kamu suka di Oxford?
    Respons: Iya, kotanya indah, tradisinya menarik, dan sangat lengkap jika kamu ingin belajar apapun.

    Kadang saya pikir kalau ada orang lain yang mendengar pertanyaan ini mungkin akan jadi bingung. Disaat banyak yang beraspirasi hendak ke universitas ini, ternyata banyak juga yang pertimbangannya berbeda sebab mungkin akses universitasnya lebih luas (bisa ke USA, Eropa, dll).

  6. Apa bedanya dengan Cambridge?
    Respons: Cambridge tidak menerima kamu sebagai mahasiswa fisika sejak tahun pertama. Tapi lebih umum dan setelah itu kamu pilih sendiri modul yang kamu mau ambil. Sedangkan Oxford sudah merancang kurikulumnya sebagai kurikulum fisika langsung.
  7. Fisika sama komputer sains itu bedanya dimana kak saat belajar komputer?
    Respons: Ya setiap komputasi yang dipelajari fisikawan pasti adalah hal-hal yang berguna untuk menyokong risetnya dia di kemudian hari. Kita tidak berkutat dengan fundemental dari komputasi itu sendiri.
  8. Saya suka matematika di A-level, apa saya ambil matematika saja?
    Respons: Matematika yang kamu ketemu di A-level itu adalah matematika yang akan kamu pelajari di fisika. Justru matematika universitas itu sangat berbeda sekali dari yang di SMA. Dengan kata lain, awas hati-hati, your math has been a lie.
  9. Kapan saya bisa belajar astrofisika? atau, Saya mau ambil jurusan Astrofisika langsung, bisakah?
    Respons: Kalian anak SMA pasti tahunya cuma hal-hal yang sering diiklankan orang tentang fisika seperti fisika partikel dan gravitasi, makanya kalian mau belajar astrofisika. Tapi di Oxford ada 7 major option yang bisa kalian pilih dan hampir mayoritas anak-anak yang masuk akhirnya pindah haluan ke bidang lain yang lebih mendarat seperti fisika material, atom, atmosfer, dll. Di tahun ketiga kalian bisa pilih 2 pilihan major tersebut. Setelah itu kalian akan pilih satu yang menjadi bidang riset kalian di tahun ke 4.

    Rasanya setiap kali saya bilang hal ini, mata mereka seperti terbuka bahwa fisika itu bukan cuma bidangnya Brian Cox saja. Saya harap yang di Indonesia juga bisa ikut mengerti bahwa fisika itu jelas-jelas bukan cuma astrofisika semata atau fisika partikel semata. Jika tuntutannya selalu “mana aplikasi fisika?” maka ya mungkin salahnya fisikawan itu sendiri yang menggeluti bidang yang nun jauh disana di atas langit. Padahal yang didepan mata seperti kebutuhan material terbaru tidak diminati.

Beberapa pertanyaan yang saya bingung jawabnya: Saya mau jurusan fisika dan filsafat, bisa kasi masukan? Saya bingung antara jurusan ekonomi dan fisika. dll

Secara keseluruhan, pengalaman yang sangat menarik untuk open day kali ini. Dan terakhir ini foto saya bosan menunggu murid lalu menghitung dengan alat penghitung yang cukup tua.

IMG-20160630-WA0023.jpgAyo tebak sudah berapa umur dari penghitung ini?

IMG-20160630-WA0025.jpg
Booklet promosi fisika Oxford

Kalau ada yang tertarik melihat brosur lebih detil terutama harga tuition fee, bisa hubungi saya langsung saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s