Genesis 45 -Pengakuan Yusuf dan Reaksi Saudara-saudaranya

joseph-reveals-himself-to-his-brothers

Yusuf pun tak kuasa menahan lagi dan akhirnya mengakui di depan saudara-saudaranya bahwa dia adalah Yusuf yang dulu mereka jual. Reaksi mereka disimpulkan pada ungkapan “mereka takut” setelah mendengar ini. Saya tidak tahu tepatnya apa saja yang ada di pikiran mereka. Setidaknya kita tahu bahwa mereka mengaitkan seluruh kemalangan yang menimpa mereka dengan dosa mereka terhadulu dalam  menjual Yusuf. Tentunya saat ini mereka takut karena ada rasa takut dibalas dendam oleh Yusuf sendiri.

Mengenai balas dendam ini, Yusuf langsung mengaitkan seluruh peristiwa pada rencana Tuhan. Dengan dinaikkan status pembicaraan ini pada tahapan rencana Tuhan, tentunya itu akan menutup mulut seluruh sanggahan manusia. Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari disini

  1. Yusuf tidak menyatakan motif tindakan mereka
    Satu hal yang perlu digaris bawahi, perkataan Yusuf disini bukanlah perkataan yang lebih terkenal satu lagi yakni “engkau mereka-reka yang jahat, namun Tuhan mereka-reka yang baik”.

    Hal ini menurut saya penting diangkat bahwa Yusuf dengan tepat merekonsiliasi keadaan dengan ucapan tersebut. Tidak perlu menyinggung motif tindakan jahat kakak-kakaknya disini sebab ada rencana Tuhan yang lebih besar menaungi itu semua.

    Hal ini juga ia lakukan sebab ia sendiri sudah melihat bahwa kakak-kakaknya ini sudah menunjukkan sikap perubahan terhadap kesalahan mereka. Untuk orang yang sudah mengetahui dan menyesali dan tidak melakukan kesalahan mereka, maka tidak perlulah diungkit-ungkit lagi motif.

    Yusuf secara sederhana menyatakan bahwa mereka menjual Yusuf namun supaya maksud Tuhan terlaksana. Sebuah pengangkatan jiwa yang luar biasa untuk rekonsiliasi dengan kakak-kakaknya.

  2. Tuhan mengirim Yusuf duluan supaya menyiapkan tempat untuk Israel
    Lagi-lagi tema ini yang membuat saya berpikir sejenak dengan membenturkannya dengan konsep bernegara kita saat ini. Apakah ini nepotisme? Rasanya tidak adil membaca peristiwa ini lewat kaca mata sekarang. Yang pasti, kita bisa lihat bahwa Firaun sendiri berkehendak memanggil keluarga Yusuf untuk datang ke Mesir dan tinggal karena balas budi. Yusuf sendiri sudah merencanakan mereka untuk tinggal di Goshen terpisah dari Mesir supaya tidak tercampur-campur.

    Mengapa ia melakukan demikian? Jelas jawabannya adalah karena Yusuf percaya janji Tuhan kepada Abraham, Ishak, dan Yakub ayahnya dimana melalui keturunan mereka, seluruh bangsa akan mendapatkan berkat. Setidaknya, Yusuf sudah menggenapi bayangan dari janji itu saat ini dengan menjadi penyelamat bangsa-bangsa dari kelaparan. Jadi, Tuhan sendiri yang menggunakan Mesir untuk menyelamatkan umat pilihanNya dari kehancuran supaya rencanaNya tergenapi.

    Kembali lagi ke masalah nepotisme, saya rasa hal ini lebih ke arah politik balas budi dari Firaun sendiri.

Di akhir cerita bagian ini, saya melihat satu kegunaan dari hadiah pemberian dari satu orang ke orang lain. Dalam kasus ini, saya melihat hadiah terbaik yang diberikan Yusuf kepada Yakub adalah supaya ia percaya sungguh ini adalah anaknya, Yusuf, yang memberikan semua. Saya jadi mengaitkan ini dengan budaya saling memberikan hadiah yang bentuknya adalah ungkapan kesungguhan suatu sikap, entah itu sikap komitmen, terima kasih, dan lain-lain. Namun penyelewengan dari tindakan ini terjadi saat orang yang dihadiahi itu lebih menaruh matanya pada pemberiannya. Disini, Yakub langsung mengerti bahwa hadiah ini adalah supaya ia segera bergegas ke Mesir bertemu Yusuf dan ia tepat melakukan itu dan tidak berkubang pada hadiah.

bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s