Genesis 44 – Drama Yusuf kepada Saudara-saudaranya

ebd7b5fea9e853d0691ec7edf6c9f109

William Brassey Hole:Judah pleading before Joseph for his brother Benjamin

Pembahasan tentang bagaimana Yehuda akhirnya berkorban demi Benyamin sudah kita singgu di tulisan yang lalu. Saat ini, saya tertarik memikirkan drama yang dilakukan Yusuf dalam peristiwa pembelian makanan oleh saudara-saudaranya ini. Pembahasan ini akan sangat terasa “political” jadi untuk lebih jelasnya, lebih baik pasal ini dibaca terlebih dahulu.

Apakah pegawai Yusuf mengetahui rencana drama Yusuf disini? Alkitab tidak tertarik menjelaskan ini secara detil sebab memang inti pasal ini adalah tindakan substitusi penghukuman yang hendak dilakukan Yehuda. Benyamin yang dijebak supaya tertangkap basah mencuri piala Yusuf, namun Yehuda yang bersedia menggantikan hukuman Benyamin.

Mengapa saya tertarik? Ini karena pembacaan saya yang mencoba melihat dari sudut pandang pejabat masa kini. Sebenarnya yang dilakukan Yusuf disini bukankah adalah sebuah tindakan nepotisme? Jika pegawai Yusuf sudah diceritakan bahwa sebelas laki-laki yang datang ini adalah saudaranya, bukankah ini jadi nepotisme? Jika pegawai Yusuf disini tidak mengetahui rencana drama Yusuf, bukankah malahan terasa aneh saat si Firaun kedua ini kok malah bertindak spesial sekali terhadap sebelas laki-laki asing ini?

Dalam bacaan setelahnya juga ditulis bahwa berita kedatangan sebelas saudara laki-laki Yusuf barulah datang kepada Firaun dan pejabat-pejabat lain setelah Yusuf membuka dirinya kepada saudara-saudaranya bahwa ia adalah Yusuf yang mereka jual.

Jujur saya tidak mengetahui efek apa yang akhirnya diciptakan Yusuf saat ia melakukan drama tersebut. Setidaknya kita bisa melihat dari drama pertama yakni, pengembalian uang perak pembelian makanan. Disini pegawainya mungkin akan bingung mengapa uang beli makanan tersebut dikembalikan kepada pembeli? Dan juga kita melihat bahwa pegawai tersebut diperintahkan Yusuf untuk mengaku sudah menerima perak tersebut saat saudara-saudara Yuuf ini hendak mengembalikan perak tersebut dikali kedua pembelian mereka. “Untuk apa ya kita diminta mengembalikan perak ini dan juga berbohong jika ditanya sudah terima atau belum?” kira-kira mungkin seperti itu pikiran hati pegawai-pegawai ini.

Terlebih lagi, drama kedua yang dilakukan Yusuf lebih jelas-jelas terkesan jahat sebab Yusuf menjebak sebelas lelaki asing ini dengan sengaja mengembalikan uang perak mereka dan juga menyelipkan piala Yusuf ke dalam karung Benyamin. “Mengapa Firaun kedua ini tiba-tiba menjahati orang?”

Bahkan, saya sebenarnya yakin bahwa drama Yusuf sebenarnya akan berlanjut lagi jika Yusuf tidak segera mengaku bahwa dia adalah Yusuf. Yusuf tergerak untuk mengaku segera setelah ia melihat pengorbanan Yehuda akan Benyamin. Yehuda seperti yang kita ingat adalah orang yang mengusulkan penjualan Yusuf sehingga mungkin saja ini sungguhan yang menyentuh hati Yusuf: bagaimana seorang yang dulu menjual dia sekarang berubah menjadi tipologi Kristus.

Satu hal yang menurut saya sangat mungkin adalah Yusuf sendiri sudah menjelaskan ini kepada pegawai inti yang ia punya namun melarang mereka memberitahu ke pihak manapun sampai mereka diperbolehkan. Jadi, seluruh orang yang mengembalikan uang perak dan merancang penjebakan di dalam drama ini adalah pegawai-pegawai terdekat Yusuf yang juga melayani di rumahnya. Bahkan, pegawai yang “berbohong” itu menyebut nama Tuhan (Tuhannya orang Israel) sebagai oknum yang mengembalikan uang perak kepada saudara-saudara Yusuf. Mungkin ini pertanda bahwa memang mereka sudah diceritakan tentang Tuhan oleh Yusuf sendiri. Walau bisa juga ini hanya bearti pegawai tersebut menghormati ilah yang disembah oleh majikannya entah apapun itu.

Tentang poin nepotisme, sebenarnya ini tidak bisa begitu saja kita hakimi melalui kaca mata modern saat ini. Firaun saat mendengar bahwa keluarga Yusuf datang pun akhirnya dengan senang hati mempersilahkan mereka menikmati tanah Mesir. Jadi jelas bahwa penghargaan kepada orang yang berjasa sampai kepada keluarga besarnya sangatlah lumrah dilakukan saat itu. Walau menurut saya, tindakan inilah yang menjadi cikal bakal penjajahan Mesir kepada Israel yang dilakukan selama ratusan tahun kemudian.

Untuk jelasnya, di tulisan nanti akan saya singgung masalah ini

bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s