Genesis 42 – Tersiksa bertahun-tahun

7082

Di awal cerita kita melihat Yakub berbicara dengan jengkel kepada anak-anaknya. Mengapa mereka diam saja padahal sedang kelaparan? Bukankah di Mesir ada makanan? Pergi donk untuk beli makanan supaya kita tidak mati. Kira-kira begitu.

Entah apa alasan kumpulan bapak-bapak ini enggan pergi ke Mesir untuk membeli makanan. Apakah mereka pasif kah sehingga menunggu order dari ayah mereka? Atau mereka justru berpikir Mesir itu tanah kafir dan bukan Kanaan yang adalah tanah perjanjian. Bukankah Tuhan berjanji tanah Kanaan akan menjadi milik mereka? Mengapa lalu sekarang tanah ini menderita kelaparan?

Keluarga ini sungguh tidak harmonis sepeninggal Yusuf. Yakub menyimpan kesedihan mendalam dan tidak percaya kepada anak-anaknya sebab ia pikir Yusuf mati gara-gara mereka. Ia lalu jadi over-protective kepada Benyamin sebab takut kehilangan dia. Hal ini justru menjadi bumerang sendiri kepada kakak-kakak Yusuf bukan? Bukankah mereka melenyapkan Yusuf karena rasa iri mereka lantara Yakub mengasihi Yusuf lebih dari mereka? Justru setelah Yusuf tidak ada malah Yakub dengan lebih jelas lebih mengasihi Benyamin ketimbang mereka. Ah, mungkin mereka sudah lebih dewasa sekarang sehingga tidak peduli lagi dengan sikap Yakub tersebut.

Kakak-kakak Yusuf juga sebenarnya tidak hidup tenang dan terus dihantui perasaan bersalah akibat menjual Yusuf tersebut. Mereka juga terus menceritakan kebohongan kepada semua orang bahwa Yusuf sudah tiada. Hal ini terungkap saat Yusuf menginterogasi mereka perihal Benyamin. Sangat terpancar siksaan hati nurani yang mereka bersepuluh alami sejak peristiwa penjualan Yusuf tersebut. Mereka terus mengasosiasikan kemalangan mereka dengan hukuman Allah untuk penjualan Yusuf.

Hal ini justru yang menyentuh hati Yusuf sebab akhirnya ia tahu apa yang sudah Tuhan perbuat pada keluarganya sepeninggalnya dia setelah dijual. Yusuf melihat bahwa hati nurani kakaknya sungguh diusik oleh perasan bersalah yang nyata. Mungkinkah orang pada masa kini terus dihantui perasaan bersalah selama bertahun-tahun? Kalau dosanya kecil, mungkin kita juga akan melupakannya dalam sejenak. Padahal justru teguran hati nurani ini yang menjadi pelita dalam diri kita untuk terus menjadi lampu merah dalam hidup.

Sebagai penyataan Tuhan secara umum, hati nurani kakak-kakak Yusuf terbilang cukup diberkati Tuhan sebab mereka masih bisa merasa tertegur setelah tahunan berlalu. Disini justru kita melihat proses penyembuhan yang akan dilakukan Tuhan pada keluarga pilihanNya ini.

Sungguh menyedihkan melihat sikap Yakub di akhir pasal ini sebab dirinya berubah dari Yakub yang mantap, menjadi Yakub yang sangat pahit hatinya. Argumentasinya sangatlah masuk akal namun sangat sarat dengan perasaan takut bahwa dirinya akan kehilangan Benyamin. Hubungannya dengan anak-anaknya juga menjadi tidak harmonis sebab sampai hati Ruben mempertaruhkan 2 anaknya untuk dibunuh jika Benyamin tidak kembali. Dua anak Ruben kan artinua dua cucu Yakub? Mengapa Yakub sekarang ditawarkan kehilangan dua cucunya jika Benyamin mati? Saya meliaht bagian percakapan ini hanyalah menunjukkan bahwa mereka sekeluarga sudah putus asa berbincang dengan seorang tua yang pahit hatinya ini.

bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s