Genesis 41 – Keselamatan datang dari Tanah Kafir

Kebebasan Yusuf akhirnya datang dalam waktu dua tahun setelah peristiwa yang lalu. Apa kira-kira maksudnya disini? Kita tahunya si juru minum itu “kelupaan” atau sengaja tidak ingat Yusuf. Tapi Tuhan berencana menjadikan kesalahan itu menjadi momentum yang tepat bagi Yusuf. Singkatnya, ia melesat dari status budak jadi perdana menteri Mesir.

Peristiwa yang menaungi seluruh kejadian melesatnya Yusuf ini adalah sebuah bencana global (atau lokal) tentang kelaparan. Tidak peduli seberapa globalnya kelaparan ini, tapi fokus utama penulisan ini adalah peristiwa ini menyebabkan seluruh daerah sekitar tidak memiliki makanan dan akhirnya harus pergi ke Mesir supaya mendapat makanan.

Familiar dengan setting seperti ini? Ya, ini seperti bencana besar yang pernah terjadi sebelumnya yang berpotensi melenyapkan seluruh makhluk hidup yang dicatat disitu. Ingat saja air bah saat Nuh ada. Ini peristiwa yang global dimana solusi keselamatannya hanya menyisakan 8 orang. Disini, walau peristiwanya lain, saya merenungkan bahwa bagaimanapun juga, pernah ada suatu jaman dimana orang berkata “baiklah kita pergi ke Mesir karena disana ada makanan”

Makanan sebagai simbol kelangsungan hidup sekarang ditimbun di Mesir dan orang-orang sekitar bisa tetap hidup karenanya. Kita bisa mengomentari cara Yusuf mengatur dan bertindak yang tidak sesuai dengan standard kita saat ini. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa tanpa Yusuf mengatur disini, kebudayaan di daerah sekitar situ akan sirna begitu saja karena 7 tahun kelaparan itu tidaklah main-main.

Sebelumnya kita melihat bahwa orang pilihan Tuhan dikhususkan Tuhan sendiri dan akhirnya menjadi saluran berkat, contoh: Nuh, Abraham dll. Namun, dalam kasus ini, pernahkah terbayang oleh kita yang ada di keluarga pilihan ini akhirnya harus menepi ke Mesir untuk cari selamat? Negeri ini tidak mengenal Allah yang kita sembah lho. Walau kita tahu latar belakang ceritanya, tapi keluarga Yakub tentunya tidak tahu saat awalnya.

Apa yang menjadi pertimbangan kita saat harus mengakui bahwa “iya, keluarga kami tidak memiliki cukup makanan untuk bertahan sendiri, kami harus membeli dari Mesir.” Kesannya ini seperti tindakan jual beli biasa saja namun memiliki makna teologis yang dalam; bahwa tangan Tuhan bisa menyediakan berkatnya lewat siapapun yang Ia berkenan.

Pergumulan ini sangatlah berbeda dengan pergumulan Raja Hizkia di masa kerajaan Israel kemudian (2 Raja-raja 18-19). Walau memang kotanya kelaparan karena diserbu Sanherib, ia tidak begitu saja menyerah untuk kelepasan yang ditawarkan oleh musuh yang menyerbu. Padahal kota Yerusalem saat itu sudah tidak ada makanan dan orang sudah makan kotoran mereka sendiri dan minum air seni mereka sendiri. Sebuah keadaan yang lebih menyedihkan karena terpaksa daripada yang dialami jaman Yusuf.

Tapi, dalam peristiwa ini, Raja Hizkia tetap bertahan untuk tidak tunduk pada Sanherib dan berharap pada Allah saja. Hal ini dikonfirmasi sendiri oleh Nabi Yesaya sendiri yang meneguhkan Raja Hizkia bahwa keselamatan akan datang dari Allah semata.

Dalam sudut pandang orang luar, saya mengira prinsipnya adalah letak pimpinan Tuhan ada dimana. Dalam peristiwa Yakub, ia bisa mengiyakan untuk membeli makanan di tanah Mesir karena memang tidak ada unsur penghinaan nama Tuhan disini. Justru kadang kita bisa sensitif dengan menerima berkat dari orang lain karena kita sombong berpikir sedang membela Tuhan. Padahal kita ge-er sendiri menolak tangan Tuhan yang terulur.

Selain itu, kita juga memang harus sadar bahwa Allah kita adalah Allah yang universal yang menurunkan hujan bagi yang jahat dan yang baik. Artinya, jika hal yang kita cari termasuk anugerah yang secara umum diberikan Tuhan, maka tidaklah salah melihat di tempat lain.

Walau dalam keseluruhan ceritanya kita jelas-jelas tahu ada Yusuf yang dipakai Tuhan disini, setidaknya saat itu “seluruh dunia” tahu bahwa ada makanan di Mesir dan kita bisa menyambung hidup dari sana.

bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s