Genesis 40 – Juru minuman dan Juru roti

bsbr140205000l

from http://members.bib-arch.org/publication.asp?PubID=BSBR&Volume=14&Issue=2&ArticleID=26

“Sesudah semuanya itu terjadilah, bahwa juru minuman raja Mesir dan juru rotinya membuat kesalahan terhadap tuannya, raja Mesir itu, maka murkalah Firaun kepada kedua pegawai istananya, kepala juru minuman dan kepala juru roti itu. Ia menahan mereka dalam rumah kepala pengawal raja, dalam penjara tempat Yusuf dikurung. Kepala pengawal raja menempatkan Yusuf bersama-sama dengan mereka untuk melayani mereka. Demikianlah mereka ditahan beberapa waktu lamanya.”

Tidak semua Firaun jahat lho. Kita tidak bisa begitu saja menghakimi bahwa Firaun disini bertindak otoriter menghukum kedua pegawainya. Mungkin saja benar bahwa mereka berdua terlibat konspirasi pembunuhan (sebagai penyedia asupan makanan dan minuman raja). Atau mungkin memang mereka berdua dijebak dan tertangkap lalu dijebloskan ke penjara.

Seperti yang dituliskan Musa, ya seharusnya memang mereka berdua itu bersalah entah apapun yang mereka lakukan. Firaun kali ini juga orang yang bisa diajak bicara dengan waras jika kita ikuti perkembangan cerita ini dikemudian hari.

Namun yang pasti, Yusuf dalam peristiwa ini sudah mendapatkan (lagi-lagi) tempat yang istimewa di dalam penjara. Ia bisa tinggal di rumah kepala penjara dan juga melayani kedua pegawai yang statusnya sebagai tahanan ini. Yang pasti, si kepala penjara ini merasakan juga apa yang dirasakan Potifar saat Yusuf masih bekerja di rumah dia, yakni anak ini disertai Allah. Walau Allahnya bukanlah patung seperti yang mereka sembah, namun berkat itu memang sifatnya sangat universal, sehingga bisa dinikmati siapa saja.

Kedua pegawai kerajaan ini mungkin saja awalnya merasa terhina sekali, sebagai seorang yang berjabatan tinggi kok malah dipenjara dan juga dilayani oleh seorang asing budak dari bani Yakub/Israel. Apa gerangan pikiran si kepala penjara? Itu mungkin pikir mereka.

Tapi ternyata keberadaan Yusuf di sekitar mereka itu merupakan satu paket yang sudah direncanakan. Oleh siapa? Tentu oleh Tuhan. Tapi saya juga tertarik melihat dari sisi “kesempatan” bahwa Yusuf sungguh tidak bersalah, dan saya yakin kepala penjara percaya dengan Yusuf. Jadi kesempatan kontak dengan pihak kerajaan ini bisa jadi memang mereka berdua rencanakan untuk usaha melepaskan Yusuf dari situ.

Atau jika seandainya ini bukanlah kebenaran, setidaknya Yusuf masih cukup waras untuk meminta juru minuman mengingat akan dirinya setelah dilepaskan dari penjara sebab memang Yusuf tidak bersalah. Jadi, Yusuf si budak ini pun akhirnya melayani kedua pegawai negara ini sampai mimpi-mimpi itu datang kepada mereka berdua.

Ya disinilah kesempatan Yusuf untuk berinteraksi lebih dengan kedua orang ini. Singkat cerita, si Juru Minum akan dibebaskan, sedangkan si Juru Roti akan dihukum gantung. Yusuf tidak menutup hal yang buruk namun menceritakan apa adanya kepada kedua orang ini. Saya tidak percaya jika si juru minum memang tidak bersalah lalu si juru roti bersalah makanya akhirnya kejadiannya demikian. Sebab buktinya si juru roti sangat bersemangat sekali menceritakan isi mimpinya kepada Yusuf harap-harap hal baik juga akan dia terima.

Jadi, si juru minum ini sungguh mendapat anugerah selamat dari Firaun sedangkan si juru roti ini mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatan salahnya. Yusuf berpesan kepada si juru minum untuk mengingat dia saat sudah dibebaskan, namun di akhir cerita si juru minum itu justru tidak ingat dengan Yusuf. Sebuah kesalahan kah? Iya. Tapi apakah ini di luar rencana Tuhan? Tidak, sebab ceritanya berkembang ke arah yang berbeda.

Yusuf merencanakan bahwa mungkin saja si juru minum ini bisa membawa kebebasan pada dirinya melalui koneksinya kepada Firaun. Walau di akhir cerita memanglah demikian, tapi kita perlu ingat disini bahwa si juru minum itu awalnya lupa pada Yusuf. Rencana Yusuf disini bisa dibilang gagal. Ia sudah melayani mereka berdua saat dipenjara namun kebaikan ini tidak diingat oleh si pegawai kerajaan ini.

Artinya, memang Tuhan saat itu belum berkenan Yusuf keluar dari penjara. Yusuf masih harus menunggu lagi sekian waktu sampai saatnya tiba. Saatnya Tuhan itu sangatlah tidak bisa kita terka. Kadang sesuai keinginan kita, kadang juga tidak. Tapi tetap ketentuan Tuhan yang terbaik.

bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s