Genesis 39 – Lelaki yang menolak ajakan tidur seorang wanita kaya

guido_reni_italian_-_joseph_and_potiphars_wife_-_google_art_project

Lelaki muda perlu membaca bagian ini untuk belajar menjaga diri. Orang yang lebih tua pun sebenarnya perlu jika ternyata badannya belum terkontrol baik. Intinya, perzinahan adalah bentuk dosa yang besar di hadapan Allah dan mengakibatkan efek buruk yang berkepanjangan (bisa dituliskan terpisah).

Bagian ini ditulis tepat setelah peristiwa Yehuda yang melacur. Perbedaan kontras sangat ditekankan disini. Seorang muda yang dibenci karena kesombongannya ternyata lebih berintegritas dari kakak yang menjualnya. Kita tidak sedang mengadu siapa paling suci disini, sebab segala hal yang baik berasal dari Allah dan yang jahat berasal dari pribadi yang melawan Tuhan.

Artinya, Yehuda dan Yusuf adalah kita. Tantangan hidup di depan yang bisa sama-sama kita hancurkan atau menghancurkan kita. Puji syukur, saat Tuhan tidak menghancurkan Yehuda saat ia berdosa, malah membangkitkan keturunan yang menurunkan Kristus akhirnya. Tapi mari kita lihat Yusuf di sini secara spesifik.

  1. Katakan tidak pada dosa sejak awal

    Yusuf sejak awal sudah tegas mengatakan tidak pada godaan istri potifar. Ada orang mencoba berpikir bahwa istri potifar itu jelek, jadinya Yusuf pasti tidak mau. Saya rasa ini terlalu mendiskreditkan perjuangan Yusuf. Apapun rupa istri potifar, kita membaca bahwa ini godaan yang nyata buat Yusuf. Dan sikap Yusuf adalah tegas yakni “tidak” sejak awal.

    Kita yang jatuh dalam dosa apapun pastilah membuka pintu hati kita walau sedikit pada dosa di tahap awal. Kita tidak tegas pendirian sejak awal sehingga hati kita bimbang setelah itu.

  2. Larilah dari pencobaan

    Mengatakan tidak itu belumlah cukup. Yusuf melakukan usulan yang juga diusulkan Paulus dalam mengatasi cobaan. Lari. Entah secara fisik atau secara mental, kita jangan diam dekat-dekat sumber dosa itu sendiri. Untuk kasus imoralitas, Paulus mengusulkan untuk langsung lari saja dan jangan dilawan.

    Kita diperintahkan melawan iblis tapi tidak pernah sekalipun diperintahkan melawan pencobaan. Ini hal yang perlu diingat.

    Ef 6:11 6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahanmelawan tipu muslihat Iblis
    1 Korintus 6:18 Jauhkanlah (terjemahan lain: LARILAH) dari percabulan.

  3. Fokus pada Tuhan sebagai sumber kekuatan

    Yang Yusuf ingat cuma satu yakni “bagaimana aku dapat melakukan dosa besar ini di hadapan Allah”. Coram Deo atau hidup di hadapan Allah. Saat si penggoda ini menerkam, akhirnya Yusuf menggunakan fakta ultimat bahwa dihadapah Allah-lah ia hidup. Bagaimana bisa ia melakukan ini dihadapanNya? Disaat kita tahu dari Mazmur bahwa Allah berada dimanapun jiwa kita berlari, ini artinya perasaan kita harus selalu dipenuhi rasa takut yang sejati pada Allah

  4. Upahmu besar disorga

    Bukan berarti kita mendambakan hadiah, tapi sungguh bahwa apa yang Yusuf pertahankan dengan melawan godaan ini jauh lebih berharga daripada apa yang ia bisa dapatkan kalau menyerah terhadap dosa. Dalam hidup kita pun begitu, apa yang kita lepas dan apa yang kita dapat itu sebenarnya jarang sekali kita pikirkan dengan baik. Penilaian kita salah dan akhirnya memilih dosa ketimbang hidup benar dihadapan Allah.

bersambung

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s