Genesis 38 – Yehuda si pemimpin

emile_jean_horace_vernet_001

Bayangkan anda sebagai orang di kerajaan Israel yang sedang membaca sejarah (atau mendengar sejarah). Ternyata bapak leluhur dari raja adalah seorang konsumen dari pelacur. Ya, Alkitab tidak pernah mengubah-ubah sejarah seseorang menjadi mewah lantaran orang tersebut jadi besar di kemudian hari. Alkitab dengan jujur menceritakan apa adanya sejarah seseorang.

Kesempatan kali ini sebenarnya seperti sandwich dari cerita Yusuf. Mengapa Yehuda tiba-tiba muncul sebagai topik utama disini? Tentunya disini pengenalan pertama akan leluhur dinasti Daud dan juga Kristus di kemudian hari. Sebenarnya pengenalan awal-awal tentang Yehuda sudah dilakukan sebelumnya dimana Yehuda digambarkan sebagai pemimpin yang mengusulkan untuk menjual Yusuf, dan seluruh saudaranya mendengarkan dia (kecuali Ruben yang sedang tidak ada).

Tapi si pemimpin ini mempunyai latar belakang yang cukup menarik sebab digambarkan dia “berbelok jalan” dari saudara-saudaranya untuk pergi ke Adulam. Untuk masa sekarang mungkin seperti rombongan keluarga rantau dari Indonesia dimana anak lelakinya pergi bermain di kota sebelah. Dan selain sekedar berkunjung bertemu kawan dan juga berbisnis (menggunting rambut domba di kemudian hari), ternyata disini juga Yehuda mendapatkan istrinya.

Menarik tentang bagaimana Yakub sama sekali tidak menganjurkan anak-anaknya untuk mengambil istri dari garis keturunan saudaranya seperti yang dilakukan Abraham kepada Ishak dan juga Ishak kepada Yakub. Mungkin dikarenakan perjanjian antara Yakub dan Laban untuk tidak saling melewati wilayah masing-masing kembali, atau bagaimana, saya tidak tahu.

Yang jelas dari pernikahan ini, Yehuda mendapatkan keturunan 3 anak lelaki, dimana 2 anak lelaki tertuanya dikatakan jahat di hadapan Allah. Iman dari Abraham, Ishak, dan Yakub tidak sampai kepada anaknya Yehuda. Saya lihat disini ada pengaruh besar sekali dari keberadaan istri Yehuda yang memang adalah orang Kanaan. Tapi ini hanya benar di satu sisi.

Sebab faktanya di sisi yang lain, kita melihat Tamar yang juga orang Kanaan, dikatakan sendiri oleh Yehuda “dia lebih benar dari aku”. Disini kita kembali melihat anugerah besar dari Tuhan kepada perempuan yang digambarkan berasal dari luar keluarga Israel. Tamar disini lebih benar karena memang dia menuntut hak dia sebagai istri yang perlu ditegakkan keturunan darinya. Hal keturunan mungkin tidak begitu berkesan di kepala kita sebab kita hidup di zaman yang berbeda. Tapi gambarannya kira-kira memang keturunan adalah suatu puasak yang berharga dimana saat ini Tamar berhak mendapatkannya.

Masalahnya datang dari pihak Yehuda yang ketakutan hal-hal mistis lantaran dua anaknya meninggal saat menikah dengan Tamar. Padahal kedua anak ini berlaku jahat di hadapan Tuhan dan Yehuda yang tidak peka akan hal ini. Kita melihat bahwa si pemimpin ini hidupnya sama-sama berantakannya dengan hidup kita kebanyakan. Tidak ada yang spesial sepertinya. Tapi memang ini poinnya bahwa segala sesuatunya hanyalah anugerah Tuhan semata buat kita.

Walau Yehuda berusaha menghindari memberikan anak bungsunya kepada Tamar, akhirnya Tuhan sendiri yang bertindak lewat keberdosaan Yehuda. Saat istrinya meninggal, diceritakan Yehuda akhirnya melacur dengan orang yang dia kira pelacur bakti. Dan hebatnya Yehuda menyadari perbuatan jahatnya ini saat berbincang dengan kawannya. Saya kira orang ini bearti adalah kawan dekat Yehuda dimana mungkin keakraban mereka ada melalui kegiatan bisnis gunting bulu domba mereka.

Rasanya ceritanya mungkin familiar di kepala kita. Saat ini mungkin ada suami-suami yang punya rekanan kerja di kota lain. Lalu melalui lingkungan sosial ini mereka biasa saja berbincang tentang pelacur, bisnis, uang, kekuasaan, dan lain-lain. Walau beberapa topik itu rasanya tidak salah (bisnis, uang, dan kekuasaan), tapi biasanya dibumbui dnegan hal-hal yang jelas-jelas dilarang oleh Tuhan.

Ya, disini Yehuda dengan gamblang dikatakan melacur di Adulam saat pergi berbisnis. Dan lebih  hebatnya lagi, ia menghakimi Tamar yang ternyata mengandung akibat itu dengan mengira dia sudah melakukan perzinahan. Padahal, siapa yang sebenarnya berzinah disini?

Secara hukum adat yang berlaku saat itu, memang jika seorang janda tidak berketurunan, maka saudara lelaki suaminya yang lain berkewajiban memberikan keturunan. Jika seluruhnya tidak ada, maka sang mertua lelaki lah yang berkewajiban memberikan keturunan. Hal ini sangat no-no dilakukan saat ini, tetapi sekali lagi konsep berpikir saat itu adalah tentang garis keturunan yang sangat dihargai lebih. Jadi dalam hal ini, sikap hati Tamar awalnya tidak salah, walau eksekusinya memang salah dengan menipu.

Sedangkan, Yehuda sejak awal sikap hatinya memang hendak melacur lantaran kesepiannya ditinggal istri yang meninggal. Jadi, memang Yehuda sendiri yang akhirnya mengakui bahwa Tamar lebih benar dari dirinya.

Secara hasil akhir dari setiap peristiwa ini, kita bisa melihat bahwa garis keturunan Yehuda diakui berasal dari garis Perez yang adalah anak dari Tamar dan Yehuda ini. Garis Perez inilah yang akhirnya menghasilkan Boas, Isai, Daud, dan keturunan raja Israel setelahnya. Cara Tuhan memurnikan garis keturunan raja Israel memang sangat menarik. Ia memberikan anugerah melimpah luar biasa baik kepada keluarga Israel maupun individu dari luar Israel yang hatinya melekat kepada Tuhan.

bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s