Kalau Tuhan Ngaco Juga Gua Lawan

Telinga kita pedaskah mendengar ucapan begitu keluar dari seorang Ahok?

Walau sebenarnya konteks lengkapnya sama sekali bukan menghina Tuhan, hal tersebut akhirnya dipotong dan disebarkan untuk menuding bahwa kalimat itu adalah penghinaan terhadap Tuhan

Sebenarnya mudah saja. Jika ada orang merasa Tuhan tersinggung oleh kalimat itu, sebaiknya tanya Tuhan sendiri apakah memang Dia tersinggung. Mengapa jadi kita yang menghakimi?

Baik, mari perhatikan tokoh-tokoh berikut ini

  1. Abraham (Kejadian 18:16-33)

    Orang mengenang cara berbicara Abraham yang penuh rasa sungkan kepada Tuhan saat ia melakukan banding kepada-Nya tentang peristiwa penghukuman Sodom dan Gomora. Ya! Betul! Bapak iman agamamu itu berusaha menahan-nahan hukuman Tuhan kepada kaum homoseksual yang saat ini sering dihakimi akan dilaknat Tuhan. Lihat bagaimana caranya Abraham berbicara pada Tuhan dengan hati-hati sekali seandainya saja ada sedikit orang benar, “apakah Tuhan akan menghukum?”

    Ini sebenarnya sama saja dengan mempertanyakan keadilan Tuhan sendiri dengan cara halus. Tapi apakah Tuhan tersinggung? Tidak. Dia malahan meladeni pertanyaan Abraham sempai berkali-kali dan akhirnya Abraham menyerah bahwa memang putusan Tuhan menghukum Sodom dan Gomora adalah sudah final.

  2. Musa (Keluaran 32 – 33)

    Bapak besar dari orang Israel ini adalah orang yang pernah tatap muka dengan Tuhan. Saking dekatnya, gaya berbicara Musa dan Tuhan sudah seperti sepasang suami istri yang meributkan keadaan anak mereka yang nakal.

    Pertama, Tuhan sendiri yang marah saat Israel menyembah patung lembu emas dan berkata kepada Musa dengan pilihan kata yang mengagetkan. “Lihat, umatmu yang engkau bawa keluar dari Mesir sudah melakukan hal jahat” EH!! Halo? Tuhan lupakah yang membawa mereka keluar siapa? Kan Tuhan sendiri. Kok sekarang malah Tuhan ngambek dan bilang itu kerjaan Musa?

    Lalu setelah itu Musa sendiri berbicara kepada Tuhan kira-kira “Ayolah, pimpin kembali umatMu, jangan sampai bangsa-bangsa lain menghina Engkau karena Engkau mengeluarkan Israel hanya untuk melenyapkan mereka dengan amarahMu di gurun” Lho? Ini seperti Musa mengingatkan tentang reputasi Tuhan. Pencitraan kah? Bukan! Ini pembicaraan yang biasa terjadi dalam rumah tangga. Sang istri mengingatkan suami bahwa “Jangan begitu lho pak, nanti orang pikir apa?” Lho? Tapi mengapa Musa menasehati Tuhan? Bukankah dikatakan “Siapa yang pernah jadi penasehat Tuhan?” Mengapa sekarang Musa menjadi penasehat Tuhan dan seakan “menghina Tuhan”? Yang dikatakan Ahok secara verbatim mah, belum apa-apa.

    Tapi Tuhan tidak marah lho

  3. Ayub (Seluruh kitab Ayub)

    Ayub setelah dikenai tulah sekian macam pun akhirnya menantang Tuhan apakah memang dia layak dihukum. Pembicaraan detilnya bisa dibaca sendiri bagaimana semua teman Ayub telinganya gatal mendengar kawan baiknya ini kok menghina Tuhan dengan sangat. Persis dengan orang-orang yang telinganya gatat mendengar kalimat “hinaan” Ahok itu. Mereka menghakimi Ayub dengan teologi yang sangat serupa yakni “Tuhan tidak salah, Ayub pasti dosa”.

    Namun akhirnya bagaimana? Tuhan sendiri yang datang dengan kebesarannya bertanya kepada Ayub apakah ia masih hendak menantang Tuhan? Dan Ayub pun sadar bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa dan dia menarik perkataannya. TAPI Ayub dinyatakan benar oleh Tuhan dan justru teman-teman Ayub yang dinyatakan bersalah. Aneh? Tidak! Justru inilah yang benar. Setiap orang yang mau hidup bergaul akrab dengan Tuhan pasti akan mengeluarkan kalimat-kalimat layaknya dua orang sahabat karib.

  4. Yunus (Yunus 4)

    Nah! Nabi ini yang paling unik. Pada bagian akhir kitab Yunus, kita melihat bagaimana Yunus dengan perkataannya itu sebenarnya judes sekali kepada Tuhan yang bertanya baik-baik kepada Yunus. Tersinggung kah Tuhan? Tidak. Tapi justru ini bisa menjadi contoh pada kita bahwa Tuhan itu sifatnya tidak mudah tersinggung sama sekali seperti orang berpikiran dangkal.

Jadi, Tuhan itu tidak sama sekali bersifat dangkal yang diusulkan orang.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s