Genesis 37 – Pengadu, Pemanja, dan Gembala Jahat

joseph_and_his_brothers_sm_color

Kisah tentang keturunan Yakub dimulai disini. Kisah ini dimulai dengan fokus cerita yang digeser ke Yusuf dan saudara-saudaranya.

Pertama-tama diceritakan bahwa Yusuf sering mengadukan kinerja kakak-kakaknya yang buruk kepada ayahnya. Disini sangat saya berpikir bahwa sikap anak-anak Yakub kepada pekerjaannya sangat berbeda dengan sikap Yakub saat bekerja untuk Laban.

Yakub bekerja dengan giat dan berhasil, walau memang dengan iming-iming istri dan sebagainya. Tapi ada suatu nilai yang baik pada sikapnya terhadap pekerjaan. Namun anak-anak Yakub disini mungkin sangat tidak pedulian dengan pekerjaan menggembala ini. Ah ini kan domba ayahku! Bukan punyaku! Toh akhirnya aku bisa menikmatinya juga tanpa berjerih lelah.

Sangat disayangkan saat seorang anak yang mewarisi harta berlimpah dari orang tuanya malahan tidak bersikap sebagai steward yang baik akan hal tersebut dan menyia-nyiakannya. Buktinya, mereka tidak begitu peduli menyembelih domba milik ayahnya saat mereka sedang menjaganya. Ini gambaran gembala yang jahat yang jika dibandingkan dengan Yesus sendiri sebagai Gembala yang baik, maka sangat jauh kualitasnya.

Lalu untuk Yusuf sendiri sebagai seorang adik, saya melihat sebenarnya yang dilakukan oleh Yusuf adalah sebuah hal yang wajar jika dilakukan untuk keadilan. Ia melihat yang jahat dan melaporkannya kepada yang berwenang menindak itu yakni ayah mereka sendiri. Namun, kita juga tidak begitu jelas bagaimana laporan Yusuf tersebut sehingga membuat kakak-kakaknya menjadi membencinya. Apakah yusuf melebih-lebihkan laporan? Atau memang sekedar kakak-kakaknya tidka punya integritas sama sekali sehingga tersinggung saat dosanya dibongkar?

Apapun itu, yang menariknya adalah sikap Yakub yang malah menunjukkan sikap pilih kasihnya yang lebih kepada Yusuf dengan baju indahnya itu. Sikap ini bisa diinterpretasikan bermacam-macam. Saya melihat ini sebagai sistem reward dan punishment Yakub yang memang berat sebelah. Ia memberikan hal yang baik kepada Yusuf anak kesayangannya ini yang memang sungguhan ia sayang. Namun di sisi yang lain kita tidak melihat sikap tegas Yakub kepada laporan Yusuf akan tindakan jahat kakak-kakaknya.

Ini tentu sangat membuat kita semakin bertanya-tanya mengapakah Yakub bersikap demikian? Apakah memang Yakub tahu laporan Yusuf sangat berlebihan hingga ia tidak yakin anak-anaknya sejahat itu sehingga tidak menghukum? Lalu sekedar memberikan apresiasi maka Yakub memberikan baju bagus kepada Yusuf? Atau bagaimana?

Sangat sulit memang mengerti latar belakang dari cerita penjualan Yusuf ini. Namun mungkin memang beginilah maksud bagian ini ditulis, yakni untuk memberikan fakta kompleksnya hidup ini. Sehingga kita tidak bisa memilah satu per satu bagian seakan ada harapan palsu kita bisa menyelesaikan masalah tersebut jika tahu detil alur masalahnya. Kita juga tidak melihat Tuhan bertindak untuk meluruskan semua kerumitan keluarga ini dan membiarkan segala sesuatunya terbuka satu demi satu di kisah-kisah selanjutnya.

bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s