Critical Mass of Effective Online Learning

Judul artikelnya terlalu berat sepertinya. Tapi yang saya ingin sodorkan hanyalah sebuah pengamatan bahwa tingkat pembelajaran saya meningkat drastis saat semakin banyak channel-channel di Youtube yang memberikan sajian edukasi yang menarik baik secara konten maupun wadah. Antara contain dan containernya seimbang. Sebut saja beberapa channel terkenal seperti Dailyphysics, Smarter Everyday, Veritaserum, dll.

Di awal mula kehadiran internet, saya pernah dengar sosiolog berpendapat bahwa sosok guru tidak akan diperlukan lagi sebab seluruh informasi sudah tersedia di internet secara cepat dan mudah. Tapi nyatanya, sama seperti orang yang kebiasaan membeli buku tanpa membacanya, maka orang pun mungkin akhirnya hanya sekedar mengunduh bahan-bahan dari internet tanpa sungguh-sungguh membacanya. Dan itu termasuk saya sendiri sebenarnya.

Tapi hal yang menarik saat semakin banyak  bahan-bahan ini mulai disajikan dalam wadah video yang menarik. Ternyata sering kali akhirnya saya menonton video tersebut dan mendapatkan informasi yang baru daripada langsung terjun membaca PDF lecture notes tentang bahan yang sama.

Mungkin alasan mikronya bisa dilihat dari pergeseran budaya membaca ke budaya mendengar dan melihat. Jadi, saat informasi itu diberikan secara  mudah di internet, belum tentu orang senang membacanya. Akan tetapi, jika seluruhnya disajikan oleh seseorang lewat video dengan menarik, maka akhirnya lebih mungkin informasi itu akhirnya tersampaikan. Sehingga, titik kritis mengajak orang membuka bahan online adalah saat hal itu bisa menarik perhatian secara visual (dan audio tentunya).

Ini menarik, sebab akhirnya sebenarnya peran guru tidaklah hilang sekalipun si guru itu terkurung dalam video yang hanya berdurasi 50 menit. Lalu apakah sosok guru sesungguhnya tidak diperlukan lagi?

Saya kira tidak, karena toh sama seperti akhirnya kita membeli, mengunduh dokumen sebanyak apapun dan tidak membacanya, akhirnya kita pun hanya mempunyai banyak video tanpa menontonnya. Akhirnya perlu ada sosok eksternal yang mendorong untuk akhirnya membuka file tersebut dan dimainkan. Kalau sudah sampai tahap ini, kita bisa melihat bahwa relasi Guru-materi-murid tetaplah tetap ada dengan bentuk yang berbeda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s