Terobsesi Dengan Angka

Siapa bilang angka itu netral? Seakan matematika tidak mengenal perasaan? Buktinya bilangan itu mempunyai kekuatan mempengaruhi orang. Bahkan pengaruhnya itu sesungguhnya cukup signifikan terhadap hati manusia itu sendiri!

“Berapakah view video kita hari ini?” Kata seorang Youtuber. Perubahan angka disini sangat signifikan pengaruhnya bahkan bisa mempengaruhi orang untuk bersukacita saat angka satu juta pengunjung bisa dicapainya. Padahal, adakah orang merayakan orang ke satu juta yang berkunjung ke tokonya? Mungkin ada, jika dia sangat rajin mencatat jumlahnya. Namun tetap, obsesi dengan angka ini ada salah satunya karena ketersediaan si penghitung atau counter tersebut.

“Artikel saya di blog sudah dishare oleh lebih dari 4k pengunjung!” Seru seorang blogger. Hidup orang menjadi tergantung pada guliran angka yang akan bertambah saat ada jari lepas menekan tombol “lihat” — Yang dimana kalau itu tidak terjadi, maka gundah gulana pun melanda jiwa.

Jiwa kita sungguh gila! Kita merasakan aliran kesenangan saat foto kita diberi jempol oleh sekian banyak orang di facebook kita. Hati kita terasa terangkat martabatnya saat celotehan kita mendapat sanjungan dan komentar dari banyak orang — dimana aslinya mungkin saja kita adalah orang penakut sedunia jika harus berkata di depan umum.

Harga diri kita naik pesat saat angka gaji kita melonjak tinggi bagaikan roket yang terus melaju cepat meninggalkan bumi menuju angkasa luar. Hati kita begitu merasa aman dibuatnya jika rentetan angka 0 di belakang menjadi semakin panjang.

Di sisi yang lain, angka puluh ribu siswa yang berhasil kita kabari Injil mungkin membuat kita tenang dan puas, sambil menganggap bahwa tanggung jawabku sudah selesai maka marilah duduk dan bersenang. Namun kita mungkin lupa, bahwa tangan yang terangkat mengaku bertobat dan mau percaya kepada Tuhan kadang terangkat karena gerak resonansi dari tangan sebelahnya. Puluh ribu itu mungkin hanya puluh ratus atau puluh saja.

Manusia itu aneh. C.S. Lewis mengatakan bahwa kita itu mudah dibuat puas oleh apa yang ada di dunia. Tapi dalam kasus angka ini sepertinya kita sulit dibuat puas oleh angka. Kita inginnya yang besar, barulah kita merasa puas. Sedangkan, para malaikat di sorga akan sangat bersukacita dengan kehadiran satu orang yang bertobat. Lalu ingatkah kita bahwa jalan Tuhan itu adalah jalan yang sempit dengan pintu yang kecil, sehingga sedikit orang yang berhasil menemukannya. Namun, tetap akhirnya dikatakan bahwa “multitude or people” akan datang kepadaNya di hari yang terakhir.

Maka dari itu, sangatlah bijak jika kita beremosi dan berespons dengan tepat terhadap suatu tampilan angka.

Bersukacitalah jika memang Tuhan bersukacita dengan angka tersebut baik besar atau kecil.

Berdiamlah dan renungkanlah kembali apakah nilai besar suatu angka sungguh menunjukkan keberhasilan kita atau hanya sebuah fatamorgana.

Terakhir yang sering dilupakan, kadang kita tidak perlu tahu berapa angka yang tersedia sebab Tuhan sendiri tahu betapa hati kita mudah condong ke kanan dan ke kiri akibat angka yang tertera disitu. Inilah alasan mengapa Daud berdosa saat menyensus kekuatan tentara Israel. Yet, di saat bersamaan, ada hal yang sebaiknya kita hitung, sebab

Ajarlah kami menghitung hari kami sehingga kami beroleh hati yang bijaksana

Selamat bergumul dengan angka-angka setiap harinya

Advertisements

One thought on “Terobsesi Dengan Angka

  1. “Berdiamlah dan renungkanlah kembali apakah nilai besar suatu angka sungguh menunjukkan keberhasilan kita atau hanya sebuah fatamorgana.”
    Ini pas banget buat yang lagi merenungkan data hasil eksperimen…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s