Genesis 29 & 30 — Pegumulan Akan Dosa Setelah Momen Pertobatan

Saya tertarik sekali untuk melihat kehidupan Lea yang sebelumnya pernah juga dibahas oleh Tim Keller dalam kotbahnya yang berjudul “Struggle for Love” disini.

Dalam kotbah itu, Tim mengatakan bahwa Lea mengalami proses pengudusan mulai dari proses melahirkan anak pertama, kedua, ketiga, sampai keempat. Singkatnya semua digambarkan oleh ucapan dari Lea itu sendiri.

  1. “Because the Lord has looked upon my affliction; for now my husband will love me.” — saat melahirkan Ruben
  2. “Because the Lord has heard that I am hated, he has given me this son also.” — melahirkan Simeon
  3. “Now this time my husband will be attached to me, because I have borne him three sons.” — melahirkan Lewi
  4. “This time I will praise the Lord.” — melahirkan Yehuda

Tim menggambarkan seluruh peristiwa ini dari kacamata pengudusan setiap individu yakni Yakub, Lea, dan juga Rahel sendiri. Untuk lengkapnya bisa didengarkan langsung dari kotbah tersebut.

Sangat indah menurut saya melihat bagaimana proses Tuhan memulihkan kondisi kedua kakak beradik yang sudah tumbuh dalam iri hati dan kesombongan lalu akhirnya bisa bertemu Tuhan. Sungguh betul bahwa ucapan Lea mencerminkan pertobatan ia sendiri yang tadinya memberhalakan cinta dari Yakub sebagai tujuan hidup dia lalu berubah menjadi pujian murni kepada Tuhan semata di saat ia melahirkan Yehuda.

Mungkin ini juga yang menjadi indikasi Tuhan memilih garis keturunan dari Yehudalah yang akan melahirkan Yesus Kristus. Tentunya bukan karena Yehuda sudah melakukan jasa besar, namun justru karena Tuhan yang memilihnya.

Namun saya justru juga tertarik melihat keseluruhan cerita ini sampai selesai bahwa Lea akhirnya kembali berdosa (menurut saya) di pasal selanjutnya. Didorong oleh rasa iri hati dari Rahel yang menyodorkan pembantunya untuk Yakub nikahi, Lea akhirnya juga menyerahkan Zilpa, pembantunya untuk Yakub tiduri agar ia melahirkan anak untuk Lea. Coba cek apa yang ia katakan eetlah Zilpa melahirkan anak

“Good fortune has come!” — kelahiran Gad

“Happy am I! For women have called me happy.” — kelahiran Naftali

Saya tertarik untuk membandingkan ini dengan ungkapan Maria, ibu Yesus, bahwa (Luke 1:48b)

“For behold, from now on all generations will call me blessed;” — saat Maria dikabarkan akan mengandung Yesus Kristus

Mungkin betul bahwa Lea disebut orang-orang sekitarnya sebagai yang berbahagia saat itu saja, sedangkan Maria disebut si penzinah oleh orang sekitarnya. Namun akhirnya apakah ada orang yang masih menyebut Lea berbahagia saat mendapatkan Gad dan Asher dari Zilpah tersebut?

Selanjutnya diceritakan pula bahwa Lea masih mengandung dua anak lagi dan mengatakan hal demikian

“God has given me my wages because I gave my servant to my husband.” — kelahiran Ishakar

“God has endowed me with a good endowment; now my husband will honor me, because I have borne him six sons.” — kelahiran Zebulun

Saya melihat disini bahwa sebenarnya dalam hati Lea masih ada keinginan yang besar untuk dihargai oleh suaminya karena ia sudah melahirkan banyak anak laki-laki. Saya tidak meragukan kesungguhan ucapan Lea saat ia melahirkan Yehuda. Tapi kita bisa melihat disini bahwa pertobatan tidaklah terjadi secara singkat begitu saja tanpa adanya pergumulan setelahnya.

Lea masih tergoda berkompetisi dengan Rahel untuk hal mendapatkan kasih Yakub melalui anak. Bahkan sebenarnya kapankah pergumulan mereka selesai? Kita tidak tahu, tapi setidaknya Alkitab mencatat bahwa ada proses pengudusan yang terjadi pada Lea sendiri sehingga ia bisa mengeluarkan kalimat yang ia ucapkan saat melahirkan Yehuda.

Jadinya, jangan menyerah jika kita jatuh kembali di dalam dosa setelah menyatakan bertobat. Ini perjuangan, peperangan, bukan sulap. Teruslah mengejar Tuhan dan hanya menginginiNya saja dan bukan hal lain. Jangan hitung jasa kita sudah bertobat berapa kali sebab bukan itu yang menyelamatkan kita. Bahkan momen pertobatan sepenting “Lea melahirkan Yehuda” sekalipun bukanlah jaminan Lea sudah terbebas murni dari dosanya yang mengikat.

We should run our race with endurance until the end.

bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s