Genesis 26 — Gali lubang dan diusir

Dalam bacaan kali ini, menurut saya Ishak sangatlah digambarkan sebagai si “anak emas”. Saya sendiri sebenarnya tidak begitu merasakan pergumulan Ishak yang luar biasa dibanding ayahnya. Apapun yang ia lakukan, sepertinya sangatlah berada di bawah bayang-bayang ayahnya yaitu Abraham.

  1. Ada peristiwa kelaparan
    Kejadiannya digambarkan serupa dengan yang dialami Abraham saat itu. Tapi kali ini Tuhan langsung melarang Ishak untuk pergi ke Mesir melainkan untuk menetap di tempat yang akan ditunjukan. Dia bertemu dengan Abimelekh yang kemungkinan adalah anak dari Abimelekh yang Abraham temui (bisa juga orang yang sama).
  2. Ada peristiwa pembohongan
    Ternyata Ishak melakukan trik yang sama persis yang dilakukan ayahnya dahulu. Saat itu Ishak belum lahir, jadi ntah Abraham pernah bercerita atau Ishak memang secara natural melakukan itu. Ketakutan yang dialami Ishak pun serupa dengan Abraham (takut kehilangan istrinya dan nyawanya — ntah yang mana duluan).
  3. Ada peristiwa melarikan diri
    Setelah Ishak ternyata diberkati Tuhan berlipat ganda di tanah tersebut, Ishak akhirnya diusir keluar karena ditakutkan menjadi sangat kuat (beda dengan Abraham yang memang diusir keluar setelah ketahuan berbohong).

Namun saya merasa tertarik untuk merenungkan bagian penggalian sumur oleh Ishak. Dia melakukan penggalian itu berkali-kali di tempat yang berbeda dikarenakan orang sekitar yang tidak suka akan keberadaan kelompoknya. Ishak digambarkan berbeda dengan Abraham yang lebih disukai oleh orang sekitarnya (peristiwa penguburan Sara). Saya sendiri tidak bisa begitu memastikan alasan orang-orang tersebut tidak menyukai Ishak selain yang dituliskan dengan gamblang, yaitu orang tersebut mengingini sumur yang digali Ishak.

Sumur yang berair itu adalah sumber kehidupan bagi orang yang mempunyainya. Saat ini mungkin orang dengan mudahnya mendapatkan air dari saluran yang disediakan pemerintah. Tapi faktanya, kalau sumber air itu tidak ada, maka orang baru sadar akan pentingnya pergumulan Ishak disini.

Ishak tidaklah melawan saat sumur galiannya direbut orang. Dari sini mungkin orang bisa berkesimpulan bahwa Ishak sangat pengalah. Tapi sebenarnya ia sudah punya Esau saat itu yang digambarkan lebih “manly” dengan kondisi tubuhnya dan hobinya. Menurut saya lebih aman melihat bahwa memang Tuhan yang memimpin Ishak untuk bergerak sampai akhirnya ia mendapat Rehobot. Saya membayangkan ekivalennya dengan saat ini mungkin seperti seorang yang membuka suatu kios berdagang dan sangat laku. Lalu orang sekitar tidak menyukainya dan mengusir pedagang itu. Pedagang itu akhinrya harus berpindah-pindah kios sampai akhirnya dia bisa menetap dan menyebut itu sebagai Rehobot.

Ya, mungkin sulit mengajak seluruh keluarga yang sangat bergantung pada hasil usaha itu untuk berpindah-pindah tempat tanpa tahu apakah usahanya itu akan berhasil atau tidak. Ishak pun demikian saat ia memutuskan untuk berpindah dan menggali sumur di tempat yang baru.

bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s