Genesis 25 — Keturunan Ismail dan Ishak yang saling berkelahi

Esau menjual hak kesulungannya kepada Yakub

Dalam bagian ini, saya tertarik untuk melihat perbandingan penulisan keturunan Ishmael dan keturunan Ishak.

  1. Keturunan Ishmael berkembang sesuai janji Tuhan kepada Hagar

    Kejadian 16:11-12
    Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu ituSeorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”

    Kejadian 21:12-13
    Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.
    Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu.

    Kejadian 21:17-18
    Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.
    Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.

    Kejadian 25:16 & 18
    Itulah anak-anak Ismael, dan itulah nama-nama mereka, menurut kampung mereka dan menurut perkemahan mereka, dua belas orang raja, masing-masing dengan sukunya.

    Mereka itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur. Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka (terjemahan lain: Mereka menetap dengan terus berseteru dengan saudara mereka).

  2. Keturunan Ishak digambarkan besar walau hanya dari dua orang anak kembar

    Kejadian 25:23
    Firman TUHAN kepadanya: “Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.”

Dalam kedua penggambaran keturunan tersebut, keturunan Ishmael sudah digambarkan akan terus berseteru dengan satu sama lain bahkan sebelum ia dilahirkan. Sedangkan, keturunan Ishak dalam cerita selanjutnya digambarkan hidup dalam kedamaian dengan Esau sebagai anak yang suka memburu, dan Yakub adalah anak rumahan.

Kejadian 25:27
Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.

Dalam pembacaan saya, sebenarnya keturunan Ishak pun juga mempunyai perseteruannya yang berbeda dari perseteruan keturunan Ishmael. Jika keturunan Ishmael berseteru karena masalah wilayah kekuasaan dan mempertahankan hidup, keturunan Ishak disini berseteru masalah hak kesulungan.

Kesannya sepele perihal hak kesulungan saja dipeributkan. Sebenarnya disinilah kunci memahami narasi kitab Kejadian. Yakub digambarkan sudah mengerti artinya hak kesulungan yang artinya mendapatkan hak janji Allah yang sudah dijanjikan kepada Abraham sejak awalnya. Dalam kisah sebelumnya, kita sudah mendapati bahwa Ishmael sebagai anak Abraham bukanlah yang ditunjuk Allah menjadi ahli waris berkat ini. Sehingga, saat hak kesulungan itu jatuh ke tangan Ishak yang memang adalah anak janji, maka sekaranglah hal penentuan siapa yang mendapatkan dari antara Esau atau Yakub

Dari perspektif Ribka yang melahirkan kedua anak ini, dia sudah tahu persis akan janji Tuhan di atas yang mengatakan bahwa yang muda akan menjadi tuan atas yang tua. Ini artinya Ribka sudah tahu dari Tuhan bahwa anak kesayangannya yaitu Yakub lah yang mempunyai hak kesulungan itu dari Tuhan. Namun, dalam konteks budaya saat itu, sangat wajar jika Ishak tidak memedulikan atau mungkin melupakan nubuatan Tuhan tentang kedua anaknya. Sehingga, lewat kebudayaan normal, Esaulah yang dikira semua orang mendapatkan hak kesulungan itu.

Namun ceritanya menjadi lain saat ternyata Esau sendiri tidak begitu peduli dengan hak kesulungan itu bahkan rela menjualnya kepada Yakub karena dia sudah kelaparan. Sikap menganggap sepele ini yang sebenarnya mengonfirmasi ketidaklayakan Esau mendapatkan hak kesulungan itu (yang sebenarnya dia tidak punya sejak awalnya).

Dari sini, saya melihat dua keturunan yang digambarkan saling berkelahi antar sesama saudaranya sendiri. Jika Ishmael digambarkan berkelahi tentang suatu hal yang sifatnya fisik, maka keturunan Ishak disini juga berkelahi akan hal yang sifatnya kekal yaitu berkat Tuhan itu sendiri.

Jadi, untuk kita saat ini, kejarlah hal yang lebih bermakna dan bersifat kekal. Jika kita hanya meributkan hal yang bersifat sementara, sangat mungkin kita melewatkan kesempatan mendapatkan hal yang kekal.

bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s