Genesis 23 — Abraham Membeli Kuburan

Bagian kisah ini pernah dikotbahkan Pdt. Dr. Stephen Tong di salah satu kotbah eksegesis kitab Kejadian. Beliau mengulas bagian percakapan Abraham dengan bangsa Hittite sebagai bentuk negosiasi yang brilliant dari seorang Patriark untuk mendapatkan tanah guna penguburan. Bagaimana tidak? Sejak awal, jika Abraham bersikap oportunis, tentunya ia sudah menerima tawaran orang Hittite ini sejak semulanya.

  1. Orang Hittite sudah mempersilahkan Abraham menggunakan tanah yang mana saja
    Kita bisa berargumen banyak di bagian ini. Siapa yang mempunyai tanah tersebut memangnya? Kalaupun Bangsa Hittite sudah menempati tanah itu, siapa yang membiarkan mereka memiliki tanah tersebut? Apakah mereka mendapatkan itu dengan berperang sehingga mereka merasa memilikinya dengan pembayaran nyawa? Apapun alasannya, saat itu Abraham sangat bisa sekali mengambil posisi enak.
  2. Abraham menolak dengan halus sebab ia hendak membayar harga penuh untuk tanah tersebut
    Di bagian ini sepertinya terkesan basa-basi, tapi justru disini Abraham menyatakan kesungguhannya untuk membayar. Abraham menggunakan kesempatan “dipersilahkan memakai tanah yang mana saja” untuk memilih gua makpela milik Ephron orang Het (Hittite) itu.
  3. Efron menyatakan kesediaannya supaya tanahnya dipakai saja dengan cuma-cuma
    Kurang bisa ditentukan niat hati Efron saat menawarkan disini. Ia bisa saja tulus hati ingin memberi atau sekedar terpaksa memberi dan seiya-sekata dengan bangsanya yang sudah terlanjur mengatakan “kami okay okay saja tanahnya dipakai”
  4. Abraham menyatakan sekali lagi ingin membayar
    Disini letak hati Abraham semakin diperjelas. Ia tidak ingin dikemudian hari ada permasalahan antara keturunannya dengan orang Het ini sebab masalah kuburan yang tidak bayar.
  5. Efron akhirnya menyebutkan harga walau tetap mengusulkan Abraham memakai saja tanahnya
    Disini sebenarnya saya tidak begitu paham. Jika memang Efron tidak ingin dibayar, buat apa ia menyebutkan harganya? Mungkin memang ia ingin supaya harga yang ia korbankan itu diketahui oleh masyarakat. Harga yang mungkin tergolong mahal untuk ukuran saat itu. Bisa juga memang beginilah cara orang dulu berdiskusi tentang harga pembayaran. Apapun itu, menurut saya disinilah titik temu yang Abraham manfaatkan
  6. Abraham akhirnya tidak menawar lagi harga sebutan Efron dan segera membayarnya
    Di satu sisi, jika memang Efron berniat memberi, mungkin harusnya tidak perlu diterima pembayaran tersebut. Namun, bisa juga hal ini dilakukan karena keberadaan orang banyak disekitar itu. Ah, tapi rasanya lebih mudah untuk menyimpulkan bahwa Abraham sudah bertindak tepat sekali untuk membayar. Masyarakat sekitar tidak protes, menunjukkan bahwa memang mereka toh tidak apa-apa dibayar. Akhirnya, Abraham pun bisa dengan leluasa memakai tanah tersebut tanpa pergunjingan masyarakat sekitar bahwa ia hanyalah seorang yang menggunakan kesempatan.

Akhirnya, BRAVO untuk Patriark satu ini!

Gua ini akhirnya digunakan untuk mengubur tiga generasi Patriark yang sangat terkenal tersebut yaitu

  1. Abraham & Sarah
  2. Ishak & Ribka
  3. Yakub dan Lea

Secara gambar saat ini, bisa dilihat seperti gambar di bawah ini

Cave of Patriarchs

Cenotaph of Abraham
Cenotaph of Sarah

Cenotaph of Isaac

Cenotaph of Ribkah

Cenotaph of Jacob

Cenotaph of Leah

I do not own the pictures shown in this article. They belong to their respective owner. I obtained it purely from google search and posted for illustrative purpose only.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s