Cerita Sebuah Desa yang Ingin Minum Susu

Suatu desa mempunyai penduduk yang biasa minum susu.

Pemerintah desa tersebut memproduksi susu dari peternakan sendiri dan juga membeli dari luar untuk tambahan.

Karena harga susu asli sangat mahal, pemerintah mencampurkan susu murni dengan air putih untuk menurunkan harga.

Masyarakat desa tersebut terbiasa minum susu campuran tersebut dan tidak bisa hidup tanpa minum susu

Karena konsumsi masyarakat yang semakin meningkat, pemerintah harus mengimpor susu lebih banyak lagi dari luar

Setiap liter susu yang dijual ke masyarakat, pemerintah mencampurnya dengan air putih dan menjualnya dengan harga lebih murah yang ditentukan pemerintah sendiri.

Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi untuk susu campuran ini sehingga harga susu campuran tersebut tetap rendah, stabil terjangkau di pasar masyarakat

Suatu ketika, ada pejabat pemerintah yang mengetahui trik licik untuk korupsi dari penjualan susu campuran ke masyarakat ini.

Mereka berkomplot untuk memainkan harga susu campuran ini sehingga ada gelontoran uang masuk ke kantong mereka.

Desa merugi, masyarakat merugi

Datanglah seorang ksatria pemberani yang mengusulkan untuk menghapus produk susu campuran ini dan menggantinya dengan susu murni saja. Tujuannya adalah upaya pencegahan kerugian negara dan juga masyarakat.

Pejabat menolak! Alasannya adalah masih butuh waktu sampai masyarakat beralih dari susu campuran ke susu murni. Susu murni tetaplah mahal, masyarakat tidak sanggup membeli semahal itu. Sekalipun negara memberi subsidi, pastilah pengeluaran ini besar untuk negara.

Kepala negara dan beberapa pejabat berpikir keras untuk masalah ini. Subsidi susu ini perlahan harus dihapus! Ini jelaslah pengeluaran yang harus dialokasikan ke pundi-pundi desa bagian lain!

Boom! Susu campuran naik harganya di pasar masyarakat. Masyarakat gelisah dan panik! Mereka biasa minum susu 10 gelas setiap hari! Sekarang uang mereka tidak cukup! Mereka berteriak kesal kepada pemerintah!

Pejabat jahat bersikeras ingin tetap menjual susu campuran sebab dari sanalah ia bisa meraup keuntungan. Mereka menggunakan tameng rakyat desa yang mengerang ingin minum susu sebagai alasan.

Kabinet desa berpikir keras! Memang susu asli sangatlah mahal untuk rakyat. Beberapa rakyat sudah ada yang bisa membeli susu murni, namun belum mayoritas.

Pejabat yang ingin membela rakyat kecil tidak tega melihat rakyat menderita tidak bisa minum susu. Beberapa dari mereka ingin susu campuran tidak dimainkan harganya.

Pejabat korup bergembira menggunakan rakyat sebagai tameng.

Pemimpin berusaha keras mencari solusi masalah ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s