Genesis 19 — Sebenarnya Cucumu adalah Anakmu

Ada satu hal yang saya kagumi dari Alkitab yaitu kejujurannya mencatat apapun yang terjadi.

Buku ini tidak penuh sensor sini sana seperti layaknya buku terhormat yang kita tahu saat ini. Buku ini secara gamblang begitu saja mencatat apapun yang Tuhan kerjakan di masa lalu yang berguna untuk kita baca sebagai tuntunan iman kita. Sebagai tuntunan iman bukan berarti isinya semua yang baik. Isi yang jelas-jelas mengganggu hati nurani pun tetap dicatat sebagai contoh jelas penyertaan Tuhan dalam sejarah manusia walaupun seberapa bobroknya manusia itu.

Dalam peristiwa kali ini kita melihat peristiwa yang sangat mengganggu indra moral kita. Bagaimana mungkin Tuhan membiarkan hal seperti ini dicatat di dalam bukuNya yang kudus? Dua orang anak gadis memperkosa ayahnya sendiri dan Tuhan diam saja?

Sebenarnya bukan hanya diam saja. Tuhan bahkan memakai keturunan Moab tersebut di kemudian hari sebagai penerus garis keturunan Mesias yaitu Yesus Kristus sendiri. Rut yang berasal dari keturunan Moab menikah dengan Boaz setelah melalui berbagai peristiwa unik dan menarik. Rut yang melihat bahwa Tuhan Israel itulah yang hidup akhirnya memutuskan untuk hijrah ke Israel walau ada resiko apapun. Ia dan Naomi memang miskin, tapi Tuhan akhirnya pakai Rut menjadi alatNya.

Menyambung dengan peristiwa Lot kali ini, saya hanya bisa mengakui kebesaran Tuhan bahwa Ia bisa memakai apapun termasuk kegagalan manusia untuk akhirnya Ia tunggangi menjadi alatNya sendiri. Tuhan tidak membiarkan dosa tidak dihukum (sebab akhirnya dimanakah Moab dan Amon saat ini?) namun Ia berhak juga memberikan anugerahNya kepada siapapun yang Ia kehendaki.

Tidak dicatat bagaimana akhirnya Lot menerima fakta bahwa kedua anak gadisnya mengandung dari benihnya sendiri. Lot di kitab Ibrani tetap disebut sebagai orang yang benar (righteous) walau dengan seluruh fakta ini. Ini hanya kembali menunjukkan anugerah Tuhan yang luar biasa kepada Lot.

Anugerah terbesar untuk Lot menurut saya adalah fakta bahwa Yesus bersedia hadir juga dari garis keturunannya. Yesus tidak malu untuk lahir dari garis keturunan yang sangat memalukan di mata manusia seperti ini. Selain dari garis Lot, kita bisa lihat sendiri bahwa di garis keturunan Yesus disebutkan banyak poin-poin yang sangat rendah di mata manusia seperti : anak hasil inses, anak dari pelacur, wanita pelacur, anak angkat. Bahkan, di garis paling terakhir pun, Yesus bersedia lahir di dalam konteks kesalahpahaman masyarakat sebab Maria ibuNya mengandung di luar nikah.

Semua akumulasi “ketidak-benaran di mata manusia” ini menurut saya akhirnya berujung pada peristiwa salib yang berfungsi untuk mengembalikan seluruhnya menjadi benar.

Kita pun mempunyai kesempatan menerima anugerah yang besar  seperti ini. Sebesar apapun dosa kita di masa lampau, masih tersedia anugerah sebab Yesus Kristus sudah mati di atas kayu salib untuk kita yang percaya. 

bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s