Genesis 17 – Intervensi Tuhan 13 tahun kemudian

Ishmael sudah berumur 13 tahun saat Tuhan kembali berbicara kepada Abram. Selama 13 tahun ini, mungkin Abram sudah membicarakan tentang janji Tuhan yang dulu kepada Ishmael. Ishmael tentunya sudah tahu komponen janji Tuhan tersebut yaitu keturunan, tanah, berkat, dan nama besar.

Saat ini, yang diketahui keluarga ini adalah

  1. Tanah = Kanaan
  2. Keturunan = Ishmael
  3. Berkat dan nama = ada

Tuhan sudah menepati janjiNya. Mungkin begitulah pikiran Abram.

Dalam kunjungan kali ini, Tuhan hendak membuat perjanjian dengan Abram dengan sunat sebagai tandanya (tentang sunat sendiri bisa ditulis dalam artikel lain). Nama Abram dan Sarai pun diganti menjadi Abraham, yang artinya bapak dari banyak bangsa, dan Sara, yang artinya puteri raja. Saat ini Tuhan menegaskan perihal “cara” Abraham mendapatkan keturunan yakni melalui Abraham DAN Sara.

Saat inilah terlihat pola pikir Abraham yang sebenarnya (sudah kita bahas sebelumnya disini), bahwa Abraham tidak percaya dirinya dan Sara yang sudah tua itu bisa mendapatkan anak. Ia dikatakan tertunduk dan tertawa. Sara pun bertindak yang sama di dalam cerita kemudian.

Abraham lalu mengusulkan agar Ishmael sajalah yang hidup di depan Tuhan menjadi keturunannya. Disinilah kita lihat efek dari inisiatif yang salah dari Abraham. Tuhan yang sudah berjanji sekarang diberikan usul oleh Abraham. Kesannya terlambat pemberitahuan ini sebab Abraham sudah terlanjur mengambil opsi punya anak dari perempuan lain sebagai keturunannya.

Kita lihat Tuhan tidak mau berdebat lagi dan sudah mempunyai solusi dari usulan Abraham ini. Tuhan berjanji akan membuat Ishmael menjadi bangsa yang besar juga dan bahkan memberitahu bahwa akan ada raja-raja keluar dari keturunannya. Namun, Tuhan menegaskan bahwa janjiNya yang khusus hanyalah kepada Ishak yang akan keluar dari Abraham dan Sara tersebut. Tuhan pun segera menutup pembicaraan itu tanpa basa-basi dengan Abraham lagi.

Disini saya lihat kebijaksanaan Tuhan dalam berbicara. Timing yang tepat untuk menyudahi pembicaraan saat poin yang Ia ingin sampaikan sudah selesai walau Abraham tentunya masih bingung dengan keputusan Tuhan ini. Mungkin kalau Tuhan masih tinggal, Abraham akan kembali menego Tuhan tentang penempatan Ishmael sebagai pemegang janji keturunan. Dalam kesempatan yang lain (peristiwa Sodom Gomora), kita lihat Tuhan tetap tinggal dan membiarkan Abraham menego diriNya, namun kali ini tidak.

Saya membayangkan betapa sulitnya setelah ini Abraham kembali menjelaskan kepada Ishmael bahwa bukan dia yang menjadi pemegang perjanjian dengan Tuhan. Namun, inilah resiko yang harus ditanggung Abraham. Abraham tidak segera memberitahukan hal ini kepada Sara berdasarkan peristiwa yang akan terjadi setelah ini.

Mengenai sunat sendiri, saya sangat kagum melihat iman Abraham untuk menyunat seluruh laki-laki di kemahnya saat itu juga. Ini sangatlah membuat Abraham rentan terhadap serangan dari pihak luar sebab seluruh laki-laki saat itu tidak siap perang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s