Genesis 16 – “Ini salahmu!” kata si istri

Walau sebelumnya kita melihat pola yang mirip dengan peristiwa Eden di postingan sebelumnya (klik ini), ada beberapa peristiwa yang membuat saya tertegun saat membaca bagian selanjutnya.

  1. Sarai menyalahkan Abram setelah Hagar mengandung

    Berbeda dengan peristiwa Adam dan Hawa, disini Sarailah yang menyalahkan Abram sebab Hagar akhirnya memandang rendah dirinya karena mengandung anak dari Abram. Ucapan Sarai sangatlah berani dengan melibatkan Tuhan menjadi hakim antara dirinya dan Abram.

    Kita bisa berspekulasi tentang kemarahan Sarai disini. Sarai bersikap marah mungkin karena Hagar berkata yang buruk tentangnya dan tidak sensitif dengan keadaan dirinya. Bisa juga karena Abram yang diam saja mendengarkan ejekan Hagar terhadap istrinya. Di pihak yang lain, kita juga bisa berpikir Sarai tidak berhak marah kepada Abram sebab Abram menjalankan usulan Sarai sendiri. Beberapa diskusi menarik bisa dibaca disini http://jbq.jewishbible.org/assets/Uploads/414/JBQ_414_1_angelhagar.pdf

  2. Hagar memandang rendah majikan

    Sangat menarik bahwa Hagar dicatat tidak seperti kebanyakan gundik yang lain. Saat Bilha dan Zilpa menjadi gundik Yakub atas nama Lea dan Rahel, mereka sama sekali tidak mengejek Lea dan Rahel. Hal ini tentunya membuat orang berpikir apa yang menyebabkan Hagar merasa layak mengangkat dirinya lebih dari Sarai.

  3. Abram sangat pasif menanggapi

    Apa yang Abram katakan? Ia hanya menyerahkan konflik ini ke tangan Sarai dan kembali meneruskan kepasifannya.

  4. Sarai menyiksa Hagar hingga ia pergi dari rumah Abram

    Sangat wajar dan natural akhirnya Sarai menyiksa Hagar. Karakter Sarai yang tidak agung disini dicatat sebab memang Alkitab dengan jujur mencatat setiap pergumulan orang. Tentunya hal ini dicatat bukan untuk ditiru. Di pasal selanjutnya, kita bisa melihat peningkatan karakter Sarai melalui semua peristiwa ini.

  5. Tuhan intervensi langsung

    Kesannya Tuhan terlambat untuk menolong disini. Ia tidak segera menolong seperti peristiwa Mesir. Ia diam saja saat Abram mengambil jalannya sendiri lagi. Kita mungkin berkata bahwa lebih baik Tuhan cegah semua peristiwa itu terjadi.

    Namun disini kita melihat bahwa Tuhan mempunyai rencana lain. Ia mengatakan kepada Hagar bahwa Ismael akan menjadi bangsa yang banyak jumlahnya juga. Melalui peristiwa ini, dikatakan juga bahwa Hagar memanggil nama Tuhan (YHWH) yang berkata kepadanya.

    Hagar berasal dari Mesir, mungkin ia diperoleh Abram saat peristiwa pengungsian ke tanah Mesir terjadi. Hagar mungkin saat itu hanya mendengar saja bahwa majikannya ini mengikut Tuhan yang berjanji. Saat ini, ia sendiri yang melihat Tuhan berkata kepadanya. Saya melihat disini bahwa Tuhan mengasihi Hagar untuk mengenalnya dengan lebih lagi.

  6. Hagar diperintahkan untuk taat di bawah Sarai

    Tuhan tidak menjanjikan perlindungan pada Hagar. Ia diperintahkan untuk tunduk di bawah Sarai. Saat Hagar kembali, tidak dicatat adanya perseteruan kelanjutan antara Sarai dan Hagar. Mungkin disini Abram sudah mengambil inisiatif dengan suatu cara. Tapi menariknya disini adalah bahwa Tuhan memerintahkan kita bertindak sesuai kapasitas kita dan menegur sesuai kesalahan kita. Hagar sudah bersalah merendahkan Sarai walau atas dasar alasan apapun. Hal inilah yang diperbaiki Tuhan. Tuhan tidak membawa kesalahan Sarai kepada Hagar untuk diperbincangkan sebab itu bukan bagiannya.

bersambung

Advertisements

One thought on “Genesis 16 – “Ini salahmu!” kata si istri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s