Genesis 13

Kita sekarang membaca peristiwa pahit yang harus diterima Abram bahwa rombongannya harus kembali ke tanah yang dikatakan sedang mengalami kelaparan tersebut.

Peta perjalanan Abram dan Lot dari Mesir sampai mereka berpisah
Peta perjalanan Abram dan Lot dari Mesir sampai mereka berpisah

Saat membaca bagian kitab Kejadian ini, saya tertarik melihat ayat 2 yang berkata

Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya. (LAI – TB)

Now Abram was very rich in livestock, in silver and in gold. (NASB)

And Abram was very rich in cattle, in silver, and in gold. (KJV)

Ayat ini menurut saya adalah konfirmasi janji Tuhan kepada Abram sendiri di pasal sebelumnya bahwa Dia akan memberkati Abram. Ayat ini menyimpulkan kejadian yang sudah terjadi sebelumnya dimana salah satunya yaitu Firaun memberikan banyak harta kepada Abram. Abram juga bisa jadi sangat kaya dari hasil ternaknya dan juga lewat perdagangan di tanah tersebut. Apapun sumbernya, ayat ini ditulis untuk kita sebagai pembaca mengikuti bahwa Tuhan mulai menepati janji kepada Abram.

Lot juga dikatakan mempunyai banyak ternak sehingga tanah Kanaan tersebut tidak lagi cukup memberi makan ternak-ternak Abram dan Lot. Mungkin ini terjadi karena di tanah tersebut masih mengalami bencana kelaparan atau karena memang jumlah ternak tersebut yang sangat banyak. Terlepas dari itu, menurut saya fokus di bagian ini adalah respons Abram yang sangat bijaksana menanggapi masalah yang sedang dialami ini.

Abram menawarkan kepada Lot untuk berpisah jalan sehingga tidak ada pertengkaran di antara mereka karena mereka saudara. Hal ini diajukan setelah si penulis kitab Kejadian menulis seperti di bawah ini

Genesis 13:7 And there was strife between the herdsmen of Abram’s livestock and the herdsmen of Lot’s livestock. Now the Canaanite and the Perizzite were dwelling then in the land. (NASB)

Kejadian 13:7 Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu. (TB)

Fakta informasi bahwa ada orang Kanaan dan orang Feris di situ menurut saya bukanlah menjadi data semata. Disini justru menunjukkan etika Abram saat itu. Abram tidak ingin orang lain tersandung karena masalah rumput yang dialami keluarganya. Ini bukan bentuk menyelamatkan muka yang sering dilakukan kebanyakan orang. Lagipula, apakah mungkin semudah itu Abram menyatakan berpisah dengan Lot saat Lot sudah bersamanya sejak dari Ur dan Haran? Menurut saya hal ini bisa dilihat dari berbagai aspek

  1. Lot bukanlah keturunan perjanjian Allah dengan Abram. Sejak awal Lot ikut, tentunya dia sudah tahu bahwa Tuhan menjanjikan sesuatu yang besar kepada Abram pamannya, salah satunya menjadi bangsa yang besar. Namun, Sarai, istri pamannya ini mandul. Sangat mungkin dalam keseluruhan perjalanan Abram, Sarai, dan Lot, ada terbesit isu bahwa Lot-lah yang menjadi pewaris Abram yang sah. Saya melihat keputusan Abram disini adalah bukti pernyataan dirinya bahwa Lot bukanlah pewarisnya sehingga perpisahan dengan Lot bukanlah masalah untuk kelanjutan janji Tuhan dengannya. Perjanjian Tuhan bisa berlanjut tanpa Lot, namun bukan tanpa Sarai. Lot dibiarkan Tuhan berpisah dari Abram namun Sarai diselamatkan Tuhan untuk tetap bersama Abram menggenapi janjiNya.
  2. Gembala Lot tidak tahu tata krama. Sangat menarik saat membaca tafsiran dari rabi Yahudi sendiri bahwa Lot dan orang suruhannya bertingkah sombong dan melangkahi aturan yang ada (cek http://www.biu.ac.il/JH/Parasha/eng/lekh/lech1.html). Sangat wajar untuk yang lebih muda menghormati yang lebih tua sehingga pertengkaran yang terjadi ini pastilah karena satu pihak (gembala Lot) memaksakan kehendak mereka (kepada gembala Abram). Saya kurang yakin dengan interpretasi ini namun hal ini tetap memiliki nilai tafsir yang menarik.
  3. Lot memang ingin bebas. Bagi saya, Lot disini menunjukkan sifat aslinya yaitu yang egois dan kurang kasih kepada orang lain khususnya yang lebih tua. Saat ditawarkan berpisah, Lot lebih memilih tempat yang subur dan sengaja meninggalkan pamannya mengambil tempat yang kurang menarik (atau mungkin masih gersang).

Akhirnya perpisahan pun terjadi. Dan ini mengkonfirmasi dua hal.

  1. Lot keluar dari tanah perjanjian. Lot memilih tanah yang di mata orang sangatlah subur selayaknya Eden. Namun tanah ini bukanlah yang dijanjikan Tuhan.
  2. Lot bukanlah anak perjanjian. Tuhan kembali menemui Abram yang mungkin sedang bersedih akan perpisahan dengan keponakannya ini (spekulasi saya). Tuhan memerintahkan Abram untuk mengangkat kepalanya (tanda sedang menunduk sedih), dan segera berjalan mengitari tanah yang akan diberikan oleh Allah kepada keturunannya.

Allah menguatkan Abram dengan janjiNya kembali akan keturunan dan tanah.

bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s